Kasus Flu Babi Afrika Melonjak di Jerman

28 September 2020 14:34 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi babi hutan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi babi hutan. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Kasus flu babi Afrika atau African swine fever (ASF) kembali ditemukan pada babi hutan di negara bagian Brandenburg, Jerman.
ADVERTISEMENT
Mengutip Reuters, Kementerian Pertanian Jerman mengkonfirmasi sejak pertama ditemukan pada 10 September lalu, total ada 35 kasus virus flu babi Afrika yang seluruhnya berasal dari Brandenburg.
Institut Ilmiah Friedrich-Loeffler juga telah membenarkan bahwa kasus terbaru terinfeksi ASF.
ASF tidak berbahaya bagi manusia, ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis). Namun ASF berakibat fatal bagi babi.
Wabah ASF pernah terjadi di Cina yang merupakan konsumen daging babi terbesar dunia. ASF mengakibatkan ratusan juta babi dimusnahkan.
Menteri Pertanian Julia Kloeckner mengatakan bahwa pemerintah Jerman sedang mempertimbangkan bantuan kepada para petani setelah harga daging babi turun.
Akibat kasus yang terjadi, China dan sejumlah negara lainnya melarang impor daging babi Jerman.
ADVERTISEMENT
Mengutip laman Food And Agriculture Organization of UN ( FAO) flu babi Afrika berasal dari Afrika. Virus ini terdeteksi terjadi di luar Afrika pada tahun 1950-an hingga 1980-an di Eropa, Karibia, dan Brasil. Sejak masuk ke Kaukasus pada 2007, ASF dengan cepat menyebar ke Armenia dan Federasi Rusia.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona