Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Bali Capai 49 Ribu, 12 Orang Meninggal
ยทwaktu baca 2 menit

Puluhan ribu kasus orang digigit hewan penular rabies (HPR) terjadi di Bali sepanjang Januari hingga 26 September 2025. Sebagian besar, mereka digigit oleh anjing.
Menurut data dari Dinas Kesehatan Bali, ada 49.094 orang yang digigit hewan penular rabies dalam kurun waktu tersebut.
"Jadi sampai dengan 26 September 2025 itu yang terlaporkan di semua kabupaten/kota, gigitan yang terjadi itu jumlahnya 49.094 orang," kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Gusti Ayu Raka Susanti saat dihubungi, Kamis (2/10).
Jumlah paling tinggi tercatat di Kabupaten Badung dengan jumlah 8.664 kasus; disusul Kota Denpasar 6.949 kasus; Gianyar 6.054 kasus; Tabanan 5.921 kasus; Karangasem 5.709 kasus; Buleleng 5.307 kasus.
Kemudian, Kabupaten Jembrana 4.550 kasus; Klungkung 3.218 kasus; dan Kabupaten Bangli 2.722 kasus.
Menurut Raka Susanti, kasus rabies tinggi berada di wilayah Badung, Denpasar dan Gianyar karena mobilitas penduduk yang tinggi.
"Jumlah gigitan yang dialami oleh Kabupaten Badung dan Kota Denpasar lebih tinggi bandingkan dengan kabupaten lainnya karena mobilisasi penduduk kan sangat tinggi," katanya.
Tak Ada Pembagian Zona, 12 Orang Meninggal
Dinkes Bali tidak menetapkan status zona hijau atau merah pada kasus rabies karena sudah masuk dalam kondisi endemi. Namun, Ayu Raka meminta warga tetap waspada karena hampir di setiap kasus ditemukan kasus rabies.
Rata-rata ada 182 kasus rabies setiap hari sepanjang tahun 2025 ini. Sedangkan, jumlah kasus meninggal ada 12 orang. Bila dibandingkan tahun 2024 lalu, jumlah kasus gigitan rabies mencapai 58.234 kasus dan jumlah kasus meninggal ada 7 kasus.
"Kita nggak masukkan perwarnaan ya, tetapi kewaspadaan itu harus ada di semua kabupaten/kota. Karena kita tidak menerapkan zona karena sudah endemi di Provinsi Bali, " sambungnya.
Dinkes Bali memastikan seluruh layanan kesehatan memiliki ketersediaan vaksin yang memadai. Dia mengimbau warga menghindari tergigit anjing diduga mengidap rabies.
Apabila tergigit hewan penular rabies disarankan mencuci luka selama 15 menit dengan air mengalir lalu menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Nanti di puskesmas atau rumah sakit akan ditata laksana, akan diwawancara apakah cukup dibersihkan lukanya, kemudian apakah ditindaklanjuti dengan pemberian vaksin antirabies atau sirup antirabies," katanya.
Sebelumnya, sejumlah pendaki di Gunung Batu Karu, Kabupaten Tabanan, Bali digigit anjing rabies. Mereka dinyatakan telah mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) lengkap sebanyak empat dosis.
