Kasus Guru SD Depok Tewas Terikat di Gunung Putri: Polisi Masih Buru Pelaku

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah kontrakan Arifianti di Depok, Senin (8/12/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rumah kontrakan Arifianti di Depok, Senin (8/12/2025). Foto: kumparan

Arifianti (41 tahun), guru SD swasta di Depok, ditemukan tewas di daerah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu malam (6/12), dalam kondisi tangan terikat.

Terdapat informasi bahwa ada seseorang membonceng mayat Arifianti menggunakan motor, dengan cara diikat pakai tali. Orang ini sempat ditegur pemotor lain yang melihat kaki korban terseret aspal.

"Polisi sudah masuk ke tahap mengkerucutkan seseorang atau pelaku, jadi ya mereka sedang berjuang keras," ujar Agus, suami Arifianti, Senin (8/12).

Agus menuturkan bahwa petugas dari Polres Bogor dan Polsek Gunung Putri telah mendapatkan informasi terkait. "Hari ini sedang mencari sosok ini," ujarnya.

"Harapan kami, pelaku ketemu, diperlakukan seadil-adilnya," kata Agus.

Harta Korban Hilang

Agus mengasumsikan harta korban hilang, setidaknya ponsel.

"Asumsi saya barang tidak ditemukan, kenapa, karena kemarin itu polisi mencari barang bukti di rumah kontrakan kami, barang buktinya tidak ada hanya ada dusnya. Dusnya itulah yang dipakai sebagai barang bukti," ujar Agus.