Kasus Influenza Naik di Sejumlah Wilayah, Kemenkes: Belum Ada Lonjakan Tajam

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut terdapat kenaikan kasus influenza-like illness (ILI) di sejumlah daerah. Namun, pemerintah belum melihat adanya lonjakan signifikan secara nasional.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menuturkan peningkatan kasus influenza di beberapa wilayah masih berkaitan dengan pola musiman.
Selain itu, faktor lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, hingga erupsi gunung berapi, menurut Aji, turut memengaruhi gangguan pernapasan.
“Influenza-like illness, atau ILI istilahnya. Jadi memang di beberapa kota itu ada kenaikan. Tapi secara nasional, kita lihat datanya 2025-2026, dia memang seasonal ya, seasonal flu,” jelas Aji saat ditemui media, Kamis (17/9).
Aji mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia.
“Yang rentan memang kepada anak-anak, terutama balita. Makanya kasusnya juga begitu banyak di sana. Lansia juga begitu. Jadi itu yang harus menjadi perhatian bersama,” kata dia.
Kendati demikian, Aji memastikan kondisi nasional masih terkendali. Ia menyebut kapasitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga klinik, masih mencukupi untuk menangani kasus influenza.
“Memang hanya di satu-dua rumah sakit yang penuh gitu, kan bisa juga yang lain masih bisa siap siaga ya. Puskesmas kita siapkan, rumah sakit, klinik, segala macam,” ungkap Aji.
“Itu saya pikir masih saat ini daya tampungnya, kapasitas untuk melayani kasus-kasus influenza di beberapa daerah masih mencukupi,” lanjutnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengaku belum melihat adanya lonjakan Influenza A di Jawa Timur. Namun, ia mendengar terdapat kenaikan di sejumlah titik di wilayah tersebut.
“Saya belum lihat adanya lonjakan. Memang kita ada beberapa sentinel atau beberapa titik-titik yang kita lihat ada kenaikan influenza ini selalu kita monitor. Saya dengar sih ada yang di Jawa Timur di beberapa titik agak naik,” kata Budi saat ditemui media, Selasa (15/9).
Budi mengatakan telah meminta jajaran Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menelusuri daerah yang mengalami kenaikan kasus influenza. Menurutnya, pemantauan diperlukan karena penyakit tersebut dapat menular.
“Cuma kalau influenza A ini, ini kan bukan influenza yang mematikan. Yang kita takutkan kan yang ada H5, yang dulu pernah kejadian yang flu burung itu, ya,” terang Budi.
Karena itu, Budi menyebut pihaknya masih mengecek kualitas penanganan kasus di daerah yang mengalami kenaikan.
“Saya lagi lihat apakah penanganannya di sana juga baik apa enggak. Ini sebenarnya dengan pengobatan biasa harusnya bisa disembuhkan,” imbuh Budi.
Di sisi lain, Direktur Utama RSAB Harapan Kita Reni Wigati mengatakan kasus influenza akibat pancaroba memang mengalami peningkatan. Namun, kondisi Influenza A di RSAB Harapan Kita masih dalam batas normal.
“Kalau influenza A, di RSAB masih dalam batas biasa. Artinya, belum ada peningkatan secara objektif, tetapi kami akan pantau terus,” kata Reni di RSAB Harapan Kita, Rabu (16/9).
Reni menjelaskan Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan virus influenza A. Untuk memastikan jenis virus penyebab infeksi, kata dia, diperlukan pemeriksaan panel virus.
“Biasanya dokter melihat dulu, secara klinis lebih mengarah ke virus atau bakteri, lalu kita lakukan pemeriksaan panel virus ataupun bakteri,” papar Reni.
Menurut Reni, gejala Influenza A dapat lebih berat karena infeksi dapat berkembang hingga menyebabkan pneumonia.
“Biasanya gejalanya lebih berat, bahkan bisa sampai pneumonia, yaitu peradangan saluran pernapasan bawah atau sampai ke paru-paru. Itu sebabnya gejalanya bisa lebih berat dibandingkan common cold atau selesma (batuk pilek biasa),” terang Reni.
Untuk mencegah penularan, Aji mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan beraktivitas fisik. Masyarakat juga diminta menggunakan masker atau menjaga jarak apabila berada di sekitar orang yang sedang sakit.
Bagi masyarakat yang mengalami gejala berat, Aji meminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kalau yang sakit, ya sementara mungkin tidak sekolah dulu atau tidak bekerja dulu kalau memang berat ya. Kalau memang sakit berat, semakin sesak napas, batuknya tidak sembuh-sembuh, ya segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani,” tutup Aji.
