Kasus Kanker Paru Masih Tinggi, Dokter Soroti Rendahnya Deteksi Dini Pasien

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sesi interview dengan dr. Hariadi Hadibrata,  Sp. BTKV (K) dari MRCCC Siloam Semanggi Foto: Dok. Siloam Hospital
zoom-in-whitePerbesar
Sesi interview dengan dr. Hariadi Hadibrata, Sp. BTKV (K) dari MRCCC Siloam Semanggi Foto: Dok. Siloam Hospital

Dokter Spesialis Bedah Thoraks dan Kardiovaskuler MRCCC Siloam Semanggi, Hariadi Hadibrata, menyoroti masih tingginya kasus kanker paru yang ditangani di rumah sakit. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah banyak pasien baru datang berobat ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.

Hariadi mengatakan, tren kasus kanker paru di tempatnya praktik belum menunjukkan perubahan signifikan. Angka prevalensi maupun kematian akibat penyakit tersebut masih tinggi.

“Kasusnya masih tetap sama, angka kematian dan prevalensi dari kanker paru ini masih sangat tinggi,” kata Hariadi kepada kumparan usai kegiatan Siloam Oncology Summit di Shangri-La Hotel, Jakarta, Minggu (24/5).

Ia menjelaskan, mayoritas pasien kanker paru yang datang ke rumah sakit berada pada stadium lanjut. Kondisi tersebut membuat penanganan menjadi lebih sulit dan menurunkan peluang keberhasilan terapi.

“Yang menjadi concern saya adalah pasien-pasien yang datang ke rumah sakit itu kebanyakan datang pada stadium yang lanjut. Sehingga mempersulit kita untuk melakukan treatment atau angka keberhasilan treatment kita ini menjadi lebih rendah,” ujarnya.

Menurut Hariadi, peluang hidup pasien dapat meningkat apabila kanker paru terdeteksi lebih awal.

“Kalau pasien datang di stadium satu atau dua, tentu survival rate-nya menjadi lebih tinggi. Terapi yang kita berikan juga menjadi lebih maksimal,” lanjutnya.

Sesi pemaparan materi oleh dr. Hariadi Hadibrata, Sp. BTKV (K) dari MRCCC Siloam Semanggi Foto: Dok. Siloam Hospital

Ia menilai rendahnya deteksi dini terjadi karena kanker paru sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul ketika kanker telah mengenai organ penting atau pembuluh darah.

“Kanker paru ini adanya di dalam, sehingga pada keadaan tertentu tidak menimbulkan gejala sampai kanker ini mengenai organ-organ yang penting atau mengenai pembuluh darah, sehingga baru menimbulkan suatu gejala,” jelasnya.

Karena itu, Hariadi mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up, meskipun tidak merasakan keluhan tertentu.

“Kita tidak sakit, tapi bukan berarti kita sehat. Dengan medical check-up kita bisa mendeteksi kanker paru lebih cepat, sehingga pada akhirnya kita bisa melakukan terapi atau pengobatan yang lebih maksimal,” kata dia.

Di sisi lain, Hariadi juga menyoroti masih adanya kekhawatiran pasien terhadap tindakan operasi kanker paru. Padahal, menurutnya, perkembangan teknologi bedah saat ini memungkinkan operasi dilakukan dengan metode minimal invasif atau Minimally Invasive Thoracic Surgery (MITS).

Metode ini menggunakan sayatan yang lebih kecil dibanding operasi konvensional. Dampaknya, rasa nyeri berkurang, masa pemulihan lebih cepat, hingga waktu rawat inap yang lebih singkat.

“Rata-rata perawatan pasien yang kita lakukan minimal invasif itu sekitar tiga hari dan pasien sudah bisa pulang. Bahkan sesegera setelah operasi, alat bantu napas pun bisa kita lepas,” ujarnya.

Hariadi menambahkan, perkembangan teknik operasi dan pengobatan saat ini juga membuat peluang keselamatan pasien kanker paru semakin meningkat.

“Dengan pengobatan yang ada sekarang, dengan teknik operasi yang sekarang, survival rate atau angka keselamatan itu menjadi lebih tinggi. Jadi jangan pernah menyerah untuk melakukan terapi pengobatan kanker,” tutupnya.

Penanganan Kanker di MRCCC Siloam Semanggi

Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Semanggi merupakan rumah sakit rujukan kanker di Indonesia dan Asia Tenggara yang didukung pendekatan Multidisciplinary Team (MDT) untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan kanker yang terintegrasi sesuai kebutuhan pasien. Layanan ini mencakup deteksi dini hingga pengobatan kanker secara menyeluruh.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Siloam untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat serta mempertegas peran Siloam sebagai bagian dari jaringan layanan rujukan nasional yang mampu menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus pergi ke luar negeri, khususnya dalam penanganan dan pengobatan kanker.

Untuk lebih jelas terkait deteksi dini, penanganan, dan pengobatan kanker bisa menghubungi MRCCC Siloam Semanggi Appointment Center +62 8151 1500 181