Kasus Kematian Brigadir Esco: Sang Istri, Briptu Rizka, Jadi Tersangka
·waktu baca 2 menit

Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi menetapkan Briptu Rizka Sintiyani sebagai tersangka dalam kasus kematian suaminya, Brigadir Esco Faska Rely.
Esco ditemukan tewas tergantung di kawasan perbukitan Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.
Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid, membenarkan penetapan tersangka tersebut setelah penyidik melakukan serangkaian gelar perkara.
“Ya, hasil gelar perkara penyidik menetapkan istri Brigadir Esco berinisial R menjadi tersangka,” jelas Kholid, Jumat (19/9/2025).
Namun, Kholid belum merinci apakah tersangka langsung ditahan setelah penetapan tersebut. Briptu Rizka merupakan istri sah Brigadir Esco. Dari pernikahan keduanya, pasangan ini dikaruniai dua orang anak.
Briptu Rizka sendiri berprofesi sebagai anggota kepolisian yang bertugas di Humas Polres Lombok Barat, sementara sang suami adalah anggota intel di Polsek Sekotong.
Kuasa hukum keluarga Brigadir Esco, Lalu Anton Hariawan, mengapresiasi langkah pihak penyidik menetapkan istri korban menjadi tersangka.
Namun pihak keluarga berharap penyidik tidak hanya berhenti di satu tersangka. Mereka yakin ada pihak lain yang juga terlibat dalam kasus kematian Brigadir Esco yang merupakan anggota Polsek Sekotong tersebut.
"Saya meminta penetapan tersangka ini tidak terhenti pada istrinya saja. Termasuk yang terlibat membantu dan menghilangkan alat bukti,” pinta Anton.
Anton menilai kasus ini adalah pembunuhan berencana Pasal 340. Namun bagi pelaku yang lain dimintanya untuk di-juncto-kan pasal 354.
”Kami meyakini pelakunya bukan hanya satu orang. Pelakunya lebih dari satu orang yang membantu dan yang mengetahui tindak pidana ini namun tidak melaporkan juga ditetapkan sebagai tersangka,” pintanya.
Jasad Brigadir Esco ditemukan pada Minggu siang (24/8/2025) di perbukitan Dusun Nyiur Lembang. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya sudah membengkak, mulai membusuk, dan mengeluarkan bau menyengat hingga dikerubungi lalat. Pada bagian lehernya terlihat terlilit tali.
Penemuan itu pertama kali dilaporkan Kepala Dusun Nyiur Lembang setelah mendapat informasi dari warga bernama Amaq Siun (50). Saat sedang mencari ayamnya yang hilang di bukit belakang rumah sekitar pukul 11.30 Wita, ia melihat sosok pria tergeletak telentang di bawah pohon. Korban dalam kondisi tak bernyawa, wajah rusak, leher terikat, dan tubuh membengkak.
