Kasus Nenek Rubingah di Sleman yang Dianiaya Berakhir Damai

Kasus penganiayaan terhadap nenek Rubingah (60) di Pasar Gendeng, Potrojayan, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY, oleh Ngadirin (60), berakhir damai. Keluarga nenek Rubingah meminta kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kita memandang faktor sosial ekonomi, juga faktor psikologis pelaku penganiayaan dan keluarga korban juga kita ambil langkah tengah untuk berdamai,” kata Suharmadi (44), Kepala Dusun Kranggan 1, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, tempat Rubingah tinggal, Jumat (24/1).
Suharmadi mengatakan pada Kamis (23/1) sore lalu Rubingah telah ditemukan polisi di Pasar Prambanan, Klaten. Lalu pada sorenya diadakan pertemuan di Dusun Kranggan, sesuai amanah keluarga Rubingah kasus pun diselesaikan secara damai.
“Ada kesepakatan keluarga dan anaknya di Sumatera untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Tidak ada langkah hukum. Cukup sampai segitu soalnya sebagai orang tua harus digelar, digulung, bagaimana baiknya ke depan. Tidak ada laporan (ke polisi),” ujarnya.
Pihaknya juga sudah berdiskusi dengan pihak kecamatan untuk ke depan. Polisi juga menawarkan bantuan kesehatan apabila di kemudian hari Rubingah butuh perawatan.
“Saya akan sering ngontrol karena itu warga saya. Kan banyak yang ronda, bisa saling bersinergi,” katanya.
Kasi Humas Polsek Prambanan Aiptu Ahmad Muchlis membenarkan bahwa kasus ini berakhir damai. Kesepakatan damai tersebut diminta oleh keluarga Rubingah.
“Yang menghendaki damai dari keluarga Bu Rubingah, diwakili dua dukuh di kampungnya. Sampai saat ini belum ada laporan. Kita menemukan Bu Rubingah dengan harapan bisa laporan,” ujar dia.
Pertemuan perdamaian itu dihadiri oleh semua pihak dari pelaku penganiayaan, yang memvideo peristiwa penganiayaan, kepala dusun, kepolisian, pengurus RT, dan lain sebagainya.
“Itu yang menghendaki (perdamaian) keluarga. Kalau perdamaian kan polisi tidak bisa menolak,” ujarnya.
Muchlis berharap kasus serupa tidak terulang kembali. Dia meminta agar masyarakat lebih bisa menahan emosi dan tidak main hakim sendiri.
