Kasus Oknum TNI AL Pukul Petugas Bandara Soekarno-Hatta Berujung Damai

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas AVSEC yang dianiaya anggota TNI (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas AVSEC yang dianiaya anggota TNI (Foto: Dok. Istimewa)

Oknum TNI AL memukul Nur Fauzi, petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Pemukulan ini karena anggota TNI AL kesal orangtua dan adik iparnya terlambat check in.

Jadi, bermula saat anggota TNI ini meminta izin menemani orangtua dan adik iparnya untuk check in di salah satu maskapai tujuan penerbangan ke Jayapura, Papua. Anggota TNI ini menjelaskan kalau adik dan orangtuanya tak bisa check in.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (30/7) pukul 04.00 WIB. Petugas Avsec tidak memberi izin, namun menyarankan agar meminta petunjuka ke OIC. Saat di OIC, juga izin tak diberikan.

Hingga akhirnya, oknum TNI ini menunjukkan kartu tanda anggota. Tapi saat hendak check ini, sudah terlambat. Pihak maskapai menyarankan agar memesan tiket penerbangan selanjutnya yang harganya Rp 9 juta.

Oknum TNI ini kesal, dan melampiaskannya dengan menghampiri petugas Avsec dan mendaratkan pukulan. Karena petugas Avsec itu dia menjadi terlambat.

Kemudian datang petugas lain melerai. Petugas Avsec itu mengalami luka di bibirnya. Kasus ini lalu berlanjut ditangani Garnisun TNI.

Dan pada Senin (31/7), Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Gig Sipasulta menjelaskan, kasus ini berakhir dengan cara kekeluargaan.

"Kejadian mis komunikasi dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan, difasilitasi Garnisun Jakarta. Sudah damai," tegas Gig.

Terminal 1 A Bandara Soetta ramai pemudik (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Terminal 1 A Bandara Soetta ramai pemudik (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)