Kasus Omicron Terus Meningkat, Wapres Minta Orang Keluar Jakarta Diperketat

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyoroti bahwa kasus corona varian Omicron terus meningkat dan didominasi oleh transmisi lokal di Jakarta. Sebab itu, Ma’ruf meminta warga yang akan ke luar Jakarta diperketat untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron di daerah lain.
“Tadi habis rapat terbatas dipimpin Presiden, Pak Wapres juga beri arahan agar diperketat orang ke luar Jakarta,” kata juru bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, dalam siaran virtual bersama wartawan, Minggu (16/1).
Masduki melanjutkan, belum ada kewajiban tetap terkait pengetatan orang keluar Jakarta. Namun, ia menekankan kebijakan pengetatan akan segera diatur sebagai tindak lanjut dari imbauan Wapres.
“Memang belum ada semacam kewajiban, tapi ya dengan cara-cara harus divaksin, pakai masker, tracing testing dan sebagainya. Jadi pendisiplinan ulang kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pihak luar,” ujar dia.
Sementara itu, Masduki menyampaikan Ma’ruf pun mengimbau agar warga tak ke luar rumah untuk urusan yang tidak penting. Apalagi, pemerintah telah memprediksi kasus varian Omicron akan mencapai puncak pada pertengahan Februari hingga awal Maret mendatang.
Masduki memastikan pemerintah telah menyiapkan antisipasi terkait lonjakan ini, khususnya di Jakarta. Menurut dia, PPKM akan segera diperketat, meski belum ditegaskan secara teknis.
“PPKM akan diperketat, tapi teknis seperti apa belum dibicarakan. Garis besar konsepnya di Jakarta dan daerah aglomerasi yang mesti diperketat. Dan itu akan dilakukan, perbanyak vaksinasi terutama Jabodetabek. Terutama misal Bogor, Bekasi, Banten pedalaman kan masih banyak yang belum vaksinasi dua dosis. Ini akan libatkan TNI dan Polri,” tandas dia.
Dinas Kesehatan DKI mengungkapkan ada 725 kasus positif COVID-19 varian Omicron di Jakarta hingga Sabtu (15/1) pagi. Dari jumlah tersebut, 75 persen atau 545 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, dan sisanya 180 orang adalah transmisi lokal.
Menurut Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan, puncak gelombang Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah antisipasi terkait prediksi tersebut, dan meminta warga untuk membatasi aktivitas serta meningkatkan disiplin prokes.
