Kasus Penipuan WO di Bandung, Korban Ngaku Diimingi Vendor Bagus Harga Murah
ยทwaktu baca 2 menit

Sebanyak 140 calon pengantin mengaku menjadi korban dugaan penipuan salah satu wedding organizer (WO) di Majalaya, Kabupaten Bandung, dengan total kerugian mencapai Rp 2,4 miliar. Polda Jawa Barat tengah menyelidiki kasus tersebut.
Salah seorang korban, Sunsun Nugraha Tasdik, mengaku awalnya tertarik menggunakan jasa WO tersebut karena menawarkan paket pernikahan dengan harga yang jauh lebih murah.
Menurut Sunsun, selain harga yang terjangkau, pihak WO juga menjanjikan kerja sama dengan sejumlah vendor ternama sehingga membuat banyak calon pengantin yakin untuk menggunakan jasanya.
"Karena memang paket yang beliau tawarkan kepada kita itu memang sangat cukup murah. Dan beliau menjanjikan dengan vendor-vendor yang pada bagus yang akhirnya kita tertarik untuk memakai jasa beliau," kata Sunsun saat dihubungi pada Minggu (7/6).
Sunsun sendiri dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada 21 Juni 2026. Namun, rencana tersebut terancam batal setelah terungkap bahwa sejumlah vendor yang dijanjikan ternyata belum menerima pembayaran dari pihak WO.
"Sudah pasti akan batal karena ketika saya konfirmasi ke vendor-vendor yang memang dia janjikan ternyata untuk di tanggal 21 atau acara saya itu tidak ada atau belum ada pembayaran sama sekali," katanya.
Ia mengaku melakukan pemesanan pada April 2026 dan langsung melunasi seluruh pembayaran sesuai permintaan pihak WO.
"April tanggal 13-an kita udah bayar full semua," ucapnya.
Menurut Sunsun, mayoritas korban juga melakukan pembayaran penuh setelah tergiur promo yang ditawarkan. Bahkan, beberapa calon pengantin yang jadwal pernikahannya masih berlangsung hingga 2027 disebut telah melunasi biaya pernikahan mereka.
Korban baru mengetahui adanya masalah setelah muncul kabar bahwa pemilik WO tidak lagi dapat dihubungi oleh calon pengantin yang acara pernikahannya dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
"Awalnya itu muncul dari calon pengantin yang acaranya diselenggarakan hari ini, Minggu (7/6). Jadi ketika hari Rabu siang si terduga tersangka ini tiba-tiba hilang dan tidak bisa diajak komunikasi, tiba-tiba hilang aja," ujarnya.
Dari sana, para calon pengantin mulai berkomunikasi satu sama lain dan menemukan adanya dugaan masalah yang sama.
Saat ini, para korban membentuk forum komunikasi untuk mendata jumlah korban serta mengumpulkan berbagai bukti transaksi yang dimiliki.
Sunsun berharap pihak WO dapat menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan yang dialami para calon pengantin dan vendor.
