Kasus Penusukan Maut Tanah Abang: Pelaku dan Korban Ribut soal Jualan Tramadol
·waktu baca 1 menit

Polisi menangkap Mika Febrianto (26) pelaku penusukan yang menyebabkan seorang pria tewas bersimbah darah di trotoar Jembatan Tinggi, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Mika menusuk korban, Muhammad Raihan (21) karena cekcok terkait jual beli obat keras. Pria yang sehari-hari jualan tramadol ini mengaku terlibat perselisihan dengan korban hingga berujung penusukan.
“Jualan TM (tramadol),” ujar tersangka kepada kumparan, Rabu (23/7). kumparan berkesempatan mewawancarai tersangka terkait kasus yang menjeratnya.
Ketika ditanya apakah penusukan terjadi karena cekcok terkait jualan tramadol, tersangka membenarkan.
“Iya,” katanya.
Tersangka juga mengaku mengkonsumsi sabu, namun tidak menggunakan tramadol yang ia jual.
“Iya, nyabu,” katanya.
Muhammad Raihan ditemukan bersimbah darah di trotoar Jembatan Tinggi, Kebon Melati, Tanah Abang. Peristiwa itu terjadi pada Senin (14/7) malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Saat itu, sejumlah pejalan kaki melihat korban berlari sambil meminta tolong, lalu tersungkur di trotoar. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia.
Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa sebilah pisau dan pakaian yang digunakan Mika saat melakukan penusukan.
