Kasus Rabies Merebak di Bali, Pemilik Anjing Was-was

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengecek kesehatan hewan yang akan divaksin ant-rabies, Selasa (7/6).
 Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengecek kesehatan hewan yang akan divaksin ant-rabies, Selasa (7/6). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) terutama berasal anjing peliharaan atau anjing liar menjadi perhatian warganet dalam beberapa pekan belakangan ini.

Dinas Kesehatan Bali mencatat kasus gigitan 19.035 HPR dengan 300 warga dinyatakan positif atau terinfeksi rabies serta 4 orang di antaranya meninggal selama 2023.

Hal ini ternyata membuat sejumlah pemilik anjing di Bali ikut was-was. Mereka mendatangi Kantor Dinas pertanian dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) mendapatkan vaksinasi anti-rabies untuk anjing secara gratis, Selasa (7/6).

"Khawatir ya tapi kalau sudah ada vaksin kita lebih aman maka dengan adanya kasus itu ya pentingnya kita untuk memvaksin lebih awal. Jadi antisipasi karena tidak tahu ada mungkin di keluarga Itu ada anak-anak yang bermain di sekitar rumah kita atau di dalam lingkungan keluarga kita," kata Ni Made.

video youtube embed

Dia berharap pemerintah daerah semakin menggencarkan imunisasi HPR dari rumah ke rumah untuk mencegah penularan penyakit rabies di Bali.

"Kalau door to door juga alangkah lebih bagus kayaknya karena ada yang tidak tahu informasi (vaksinasi gratis di Distan)," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kadek Ary Puspita. Kadek bahkan mempercepat pelaksanaan vaksinasi rabies untuk lima anjing jenis Bigel miliknya demi pencegahan dini.

"Khawatir sih karena ada anak-anak juga takut juga makanya harus cepat-cepat biar dicegah maka ini sebenarnya belum jadwal vaksin rabies tapi takut juga di info kemarin sudah boleh rabies," katanya.

Kadek menilai penularan kasus rabies biasanya muncul dari anjing liar. Pemilik wajib memperhatikan perilaku dan menjaga kesehatan anjing peliharaan.

"Ini pencegahannya imunisasi rabies untuk anjing dan di rumah dikandangkan atau dikeluarkan di lingkungan rumah saja," lanjutnya.

Petugas mengecek kesehatan hewan sebelum divaksin anti rabies, Selasa (7/6). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Sementara petugas vaksinasi Distan Bali Chintya Darmawan mengaku antusiasme warga melakukan vaksinasi HPR tinggi setelah kasus gigitan rabies viral di media sosial.

"Sebelum-sebelumnya sudah ramai tapi tidak ramai sekarang setelah ada kasus yang viral itu," katanya.

Distan Bali membuka layanan vaksinasi gratis pada Senin-Kamis pukul 08.00-15.30 WITA dan Jumat pukul 08.00-13.00 WITA. Pemberian vaksinasi juga tak dibatasi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Bali Nyoman Gede Anom berharap masyarakat cepat respons saat tergigit anjing diduga mengidap penyakit rabies.

Masa inkubasi gigitan rabies minimal satu bulan dengan gejala takut air dan cahaya. Apabila telah melewati masa inkubasi peluang pasien meninggal cukup tinggi.

Ia mengimbau langkah awal menangani kasus rabies adalah membersihkan luka gigitan dengan air sabun dan yodium selama 10-15 menit. Pasien selanjutnya segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan vaksin anti-rabies atau VAR.

Petugas mengecek kesehatan hewan sebelum divaksin anti rabies, Selasa (7/6). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Anom memastikan seluruh fasilitas kesehatan telah menyediakan layanan VAR gratis. Jumlah stok vaksin anti rabies atau VAR Bali mencapai 63 ribu dosis. Anom yakin kebutuhan VAR mencukupi sampai akhir tahun.

"Kita siapkan seluruh faskes untuk vaksin anti rabies, gratis. Dengan begitu tidak ada lagi kasus kematian di Bali," katanya.

Distan mencatat jumlah populasi HPR di Bali 599.719 ekor. Jumlah HPR yang telah divaksin telah mencapai 49,95 persen atau 299.559 ekor per Senin (26/6).

Distan komitmen mempercepat vaksinasi HPR mencegah penularan semakin luas dengan vaksinasi door to door tercapai 80 persen pada Agustus 2023.

Jumlah stok vaksinasi rabies mencapai 30 ribu per Juni 2023. Pemprov Bali bakal kedatangan 350 ribu dosis vaksin dari pemerintah pusat dan 100 ribu dosis bantuan dari Australia dan Prancis.