Kasus Radioaktif Cesium Cikande: 91 Warga Direlokasi, 22 Pabrik Didekontaminasi
·waktu baca 3 menit

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium 137 (Cs-137) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mempercepat penanganan kontaminasi radioaktif di kawasan industri dan permukiman di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.
Langkah percepatan ini dilakukan untuk mencegah meluasnya dampak radiasi Cs-137 terhadap kesehatan masyarakat, pekerja, serta kegiatan pabrik di wilayah tersebut.
Sebanyak 91 warga yang berada di zona merah radioaktif direlokasi. Ada dua lokasi zona merah yakni di lokasi F2 dan E di Kampung Barengkok, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande.
“Percepatan dekontaminasi dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat. Saat ini kami melakukan percepatan dekontaminasi lokasi dengan radiasi tinggi (Zona Merah) yang berada dipemukiman. Setelah dilakukan kesepakatan dengan warga Satgas kami melakukan relokasi sementara,” kata Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH yang juga Ketua Bidang Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Satgas Cs-137, Rasio Ridho Sani dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Senin (27/10).
Proses relokasi mengikuti Prosedur Keamanan Radiasi yang dipantau langsung oleh Rasio Ridho, petugas proteksi radiasi (PPR) serta dokter dari BRIN dan Bapeten. Untuk keamanan radiasi, warga dan barang bawaannya diperiksa menggunakan survey meter radiasi, dan setelah dinyatakan aman baru dilakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Cikande.
"Kami pastikan keamanan radiasi dari masyarakat dan petugas medis," ucap Rasio.
Proses relokasi warga ini dilakukan secara bertahap. Untuk di lokasi F telah selesai dilakukan pada 22 Oktober 2025 terhadap 19 keluarga (63 jiwa).
Relokasi sementara tahap kedua dilakukan pada Minggu, 26 Oktober 2025 terhadap 28 warga.
Rasio mengatakan langkah relokasi dilakukan untuk percepatan dekontaminasi di zona merah yang berada di pemukiman serta sekaligus untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat.
12 Lokasi Terdeteksi Cesium 137
Dari 12 lokasi yang terdeteksi radiasi Cesium 137, lima lokasi telah berhasil didekontaminasi, dan tujuh lokasi lainnya masih dalam proses dekontaminasi.
Total material hasil dekontaminasi yang berhasil dipindahkan ke interim storage sebanyak 222,6 m³ setara 371 ton.
Satgas juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 32.363 kendaraan menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM) yang dioperasikan oleh BRIN dan KBRN Gegana Brimob Polri.
Melalui pemeriksaan dengan RPM, dapat terdeteksi kendaraan yang terkontaminasi Cesium 137 sehingga memudahkan mitigasi penyebaran.
Sejak minggu lalu tidak ada lagi kendaraan yang terdeteksi Cesium 137, yang menunjukkan adanya indikasi penurunan penyebaran radioaktif melalui udara (airborne) di wilayah Cikande.
“Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama warga selama proses relokasi sementara itu serta pihak yang telah mendukung mitigasi dan percepatan dekontaminasi ini,” katanya.
22 Pabrik Terpapar Radiasi
Hasil pemeriksaan, ada 22 pabrik yang terdeteksi paparan radiasi Cs-137. Dari jumlah itu, 21 pabrik telah berhasil didekontaminasi oleh Satgas.
Pabrik yang telah selesai dekontaminasi dapat segera beroperasi kembali.
“Satgas terus melakukan percepatan dekontaminasi," ucap Rasio.
Menurutnya langkah percepatan dekontaminasi ini merupakan perintah Menteri LH/Kepala BPLH, selaku ketua harian Satgas.
"Paling lambat bulan Desember lokasi-lokasi yang terkontaminasi telah aman,” ucapnya.
Terkuak Berkat FDA AS
Kasus radioaktif di Cikande terkuak setelah FDA atau BPOM Amerika Serikat menolak produk udang yang diimpor dari Indonesia karena terpapar Cs-137 pada Agustus 2025.
Otoritas Indonesia lalu melakukan penyelidikan. Hasilnya, paparan berpusat di sebuah perusahaan baja di kawasan industri modern Cikande. Paparan mengenai kontainer yang membawa udang Indonesia untuk dikirim ke AS.
