Kasus Sate Racun: Sianida Dijual Bebas Online, Pemerintah Harus Perketat Aturan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ahli Toksikologi  I Made Agus Gelgel Wirasuta. Foto: Facebook/Mgpssr Provinsi Bali
zoom-in-whitePerbesar
Ahli Toksikologi I Made Agus Gelgel Wirasuta. Foto: Facebook/Mgpssr Provinsi Bali

Kasus sate beracun yang menewaskan anak berinisial N (10) yang merupakan anak driver ojol di Bantul terbongkar. Polisi menetapkan Nani Aprialliani Nurjaman (25) sebagai tersangka yang mengirim sate beracun sianida tersebut.

Di Indonesia, pembunuhan menggunakan racun sianida bukan kali pertama ini. Lima tahun silam, seorang perempuan bernama Wayan Mirna Salihin tewas usai menenggak kopi yang berisi racun sianida.

Sejak saat itu, senyawa kimia beracun tersebut masih marak dijual beli di toko online. kumparan melakukan beberapa pengecekan di sejumlah toko online di Indonesia.

Dengan kata kunci Sodium Cyanide, Natrium Sianida, NaCN, ditemukan sejumlah toko yang menjual puluhan racun tersebut secara bebas dari harga satuan.

Pada satu platform e-commerce, terdapat 72 tampilan barang racun sianida yang diperjualbelikan dari sejumlah toko yang berbeda. Lokasinya tersebar di seluruh Indonesia.

Racun sianida dijual di e-commerce secara bebas. Foto: Dok. Istimewa

Ahli Toksikologi Forensik Universitas Udayana, Prof Made Gelgel Wirasuta pun angkat bicara. Ia mengatakan, di era digitalisasi saat ini, obat berbahaya hingga senyawa racun dapat diperjual-belikan secara bebas.

Karenanya, ia mendesak pemerintah untuk memperketat aturan pengawasan dan jual beli racun yang beredar di pasaran.

"Dengan online semua bisa dijual bebas. Sampai narkotika pun ada jual di lapak online. Baiknya pemerintah mengatur dengan lebih ketat," tegasnya, pada Selasa (4/5).

Menurutnya, semestinya penjualan racun sianida yang banyak digunakan untuk industri dan kesehatan, diterapkan peraturan yang sama seperti jual beli alkohol.

"Alkohol juga digunakan untuk industri dan kesehatan tapi semua terkontrol. Sianida dan racun berbahaya lainnya semestinya dikontrol," imbuhnya.

"Kasian ulah orang jahat tapi orang tak berdosa kena getahnya," pungkas Gelgel.

==

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona