Kasus Sekeluarga Tewas Keracunan: Suami Sempat Pulang ke Cianjur, Diusir Warga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses pemakaman satu keluarga asal Cianjur yang tewas keracunan di rumah kontrakannya di Kota Bekasi, Kamis (12/1/2023). Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Proses pemakaman satu keluarga asal Cianjur yang tewas keracunan di rumah kontrakannya di Kota Bekasi, Kamis (12/1/2023). Dok. Istimewa

Pada Kamis (12/1), sekeluarga tewas keracunan di rumah kontrakan mereka di Kota Bekasi.

Identitas para korban tewas:

  1. Ai Maemunah (40 tahun), ibu yang berasal dari Cianjur;

  2. M. Ridwan Abdul Muiz (18), anak Ai dari suami pertama;

  3. M. Ruswandi (15), anak Ai dari suami pertama.

Sejak itu keberadaan suami kedua amat misterius karena tidak pulang ke rumah kontrakan di Bekasi, tidak pula datang ke pemakaman.

Ternyata dua hari setelah insiden itu terjadi, yakni pada Sabtu (14/1), suami kedua itu sempat pulang ke rumah kontrakannya di Kampung Pasir Loa, Desa Mekarwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Nama suami kedua itu adalah Wowon, tapi warga di Cianjur mengenalnya dengan nama Deden. Dia sekaligus juga merupakan ayah tiri Ai (sempat menikah dengan ibu kandung Ai—sudah meninggal).

Wowon.

Warga di Cianjur langsung menolak Wowon, mengusirnya dari lingkungan tersebut.

"Wowon sempat pulang tapi diusir oleh warga karena warga takut disangka menyembunyikan keberadaan Deden (Wowon) setelah ramai pemberitaan sekeluarga tewas keracunan itu," kata Mega Mulyati, Selasa (17/1).

Wowon Sering Pinjam Duit

Menurut Mega, warga mengenal Wowon sebagai dalang wayang golek. Warga juga mengenal Wowon sebagai pribadi yang tidak bergaul dengan lingkungan.

Selama menempati rumah kontrakan di lingkungan itu, keluarga Wowon-Ai kerap meminjam uang ke tetangga maupun bank keliling (rentenir).

"Memang sering pinjam uang untuk sekadar makan sehari-hari karena suami almarhumah yang berprofesi sebagai dalang wayang golek penghasilannya mungkin tidak menentu," kata Mega.

Mega mengungkapkan, sebelum pergi ke Bekasi, almarhumah Ai sempat menitipkan anak perempuannya yang bernama Salsa (13) yang diketahui sebelumnya tinggal di Bandung.

"Jadi Salsa ini bukan tinggal di Bandung, tapi di sini dan dititipkan ke saya. Dari keterangan Salsa, sebelum bapak tirinya (Wowon alias Deden) pergi, sempat meminta korban untuk tidak membawa handphone dan menyampaikan akan melanjutkan hidup di Surabaya," tandasnya.

Rumah kontrakan sekeluarga yang keracunan di Bekasi. Dok. Istimewa