Kasus WN Korsel Tewas di Bekasi: Juragan Kontrakan, Dikenal Tertutup
·waktu baca 3 menit

Seorang warga negara (WN) Korea Selatan berinisial S (66) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (28/5). S diduga merupakan korban pembunuhan.
Warga sekitar rumah S, mengaku tak terlalu mengenal korban. S selama ini dikenal tertutup dan minim interaksi dengan lingkungan sekitar.
"Untuk Mr. Sang, kesehariannya hidup bermasyarakatnya agak tertutup," Ketua RW 02 Lambangsari, Tambun Selatan, Jahid, saat ditemui di sekitar lokasi, Jumat (29/5).
Menurut dia, korban tinggal seorang diri di rumah tersebut setelah berpisah dengan istrinya sekitar tiga tahun lalu. Anak perempuan korban disebut sesekali datang ke rumah untuk menjenguk ayahnya.
“Untuk mantan istri dan tiga orang anaknya sudah pisah rumah sejak perceraian tiga tahun lalu. Hanya anak yang paling besar yang terlihat sering main ke rumahnya,” ujarnya.
Selain itu, posisi kediaman korban disebut terlalu jauh dengan gerbang rumahnya dan cenderung tertutup dari pantauan warga sekitar.
“Untuk kondisi rumah sangat tertutup. Pintu gerbangnya pun tiap hari terlihat tertutup rapat,” katanya.
Punya 30 Kontrakan
Lebih lanjut, Jahid mengatakan korban diketahui memiliki deretan rumah kontrakan di samping rumahnya.
“Betul, itu yang di samping rumahnya. Sekitar 30 pintu kontrakannya,” ujar dia.
Kendala Bahasa
Sementara itu, salah satu warga sekitar menduga korban mengalami kendala berbahasa Indonesia sehingga ia kesulitan berbaur dengan lingkungan sekitar.
"Bahasanya masih patah-patah. Kita juga enggak ngerti bahasa dia," kata seorang yang tak mau disebutkan namanya saat ditemui.
Warga tersebut juga membenarkan korban selama ini dikenal sebagai sosok yang tertutup.
"Orang banyak yang enggak kenal juga [dengan korban].Kalau keluar paling kerja doang. Lewat sini ya lewat saja, tapi enggak pernah ngobrol," katanya.
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
Sebelumnya, polisi menemukan adanya tanda-tanda trauma kekerasan yang diakibatkan benda tumpul dan benda tajam di tubuh korban.
Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryati mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh putrinya pada Rabu (27/5) sekitar pukul 15.00 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Betul [ditemukan bersimbah darah],” ujar Wuryati kepada wartawan, Kamis (28/5)
“Kronologinya kemarin sore jam 03.00, beliau ditemukan oleh putrinya. Sudah dalam kondisi meninggal. Seperti itu. Kemudian polisi melakukan langkah-langkah penyelidikan, karena beliau warga negara asing, kami sudah berkoordinasi memberitahukan ke Kedubes. Di Kedubesnya yang ada di Jakarta,” tambahnya
Saat ditemukan, korban berada seorang diri di rumah. “Betul, sendiri di rumah,” kata Wuryati.
Saat ditemukan, korban berada seorang diri di rumah. “Betul, sendiri di rumah,” kata Wuryati.
Wuryati mengatakan saat ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. Jenazah telah diautopsi untuk memastikan penyebab kematian.
