Kata Dishub DKI Soal Anggaran Jalur Sepeda Melonjak Jadi Rp 73,7 M

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rambu lajur khusus sepeda yang dipasang di Kawasan Kanal Banjir Timur. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rambu lajur khusus sepeda yang dipasang di Kawasan Kanal Banjir Timur. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengalokasikan dana besar untuk pembuatan jalur sepeda sebesar Rp 73,7 miliar. Tapi, hal ini dipertanyakan oleh DPRD DKI karena dinilai terlalu besar dan lonjakannya terlalu tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, anggaran pembuatan jalur sepeda masuk dalam pagu anggaran Pemeliharaan Prasarana Rekayasa Lalu Lintas di Koridor Busway. Hal ini yang membuat anggaran itu tampak melonjak tinggi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan uji coba jalur khusus sepeda fase 2, Sabtu (12/10/2019). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

"Jadi yang Rp 73 miliar itu ada beberapa komponen, tidak pure jalur sepeda sebenarnya. Karena di anggaran sudah di awal tambahan sebagian besar untuk jalur sepeda dan marka ganjil genap," ujar Syafrin kepada wartawan, Selasa (29/10).

"Kemarin itu ada aturan kita tidak boleh menambah kegiatan di awal. Jadi saya masukin saja yang bisa diakomodir. Paling mendekati, yang memungkinkan pemarkaan di jalan," sambungnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Bila nantinya anggaran tersebut terealisasi, Syafrin menyebut nantinya DKI akan memiliki jalur sepeda sepanjang 49 km. Jalur itu pun akan disempurnakan dengan pengecatan jalan menjadi warna hijau dan penambahan sejumlah marka jalan.

"Kalau mengikuti yang real kebutuhan jalur sepeda di marka itu dapatnya 49 km. Masih banyak sisanya. Polanya tidak full 500 km. kita akan sesuaikan dengan target tahun depan. Bisa jaraknya 5-3, setiap 5 meter ada dicat 3 meter. Hitungan kita dimarka solid semuanya 49 km," beber Syafrin.

Perluasan jalur khusus sepeda di Sudirman-Thamrin. Foto: Dok. Dinas Perhubungan DKI Jakarta

Syafrin mengakui, jalur sepeda yang saat ini ada belum sepenuhnya steril. Tapi, dia sudah menyiapkan serangkaian antisipasi agar ke depan tidak ada lagi motor atau kendaraan lain yang menerobos jalur sepeda.

"Jadi kita akan pasang stick cone untuk pembatasnya sehingga tidak terjadi pelanggaran. Ya (ada pula penanda marka) marka putih dan marka warna. Kita beli ada 3 macam, hijau untuk jalur sepeda, merah dan kuning. Hijau khusus sepeda, putih untuk garis," ungkapnya.

kumparan post embed

Memang ada opsi untuk membuat jalur sepeda permanen lengkap dengan separator. Tapi itu tidak bisa dilakukan di semua jalur sepeda.

"Di beberapa ruas jalan yang memadai untuk dibangun permanen akan dipasang separator, contohnya di Jalan Pemuda, Pramuka. Itu memadai untuk dipasang," tutur Syafrin.

Jalur khusus sepeda di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Sebelumnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusulkan kenaikan anggaran sebesar Rp 69,2 miliar menjadi Rp 73,7 untuk pembangunan jalur sepeda dalam Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2020. Padahal, anggaran untuk pengadaan jalur sepeda sebelumnya hanya mencapai Rp 4,4 miliar.