Kata Dishub Jakarta soal Sopir Angkot Larang JakLingko JAK41 Beroperasi
·waktu baca 2 menit

Keributan antara sopir MikroTrans JAK41 dan sopir angkot reguler M02 terjadi di Jalan Persahabatan Raya, Jakarta Timur, Minggu (2/11) pagi. Insiden itu diduga dipicu oleh persoalan tumpang tindih jalur operasi kedua angkutan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan pihaknya akan menelusuri langsung lokasi dan memanggil pihak terkait untuk mencari solusi.
“Tentu kita akan cek posisinya dan kita akan diskusi dengan para pemilik atau operator angkot reguler tadi,” kata Syafrin di Jakarta International Velodrome, Minggu (2/11).
Namun, berdasarkan laporan sementara yang diterimanya, Syafrin menyebut sebenarnya tidak ada tumpang tindih rute antara kedua moda transportasi tersebut.
“Tidak berhimpitan dan sebenarnya JAK41 ini sudah lama operasional, bukan baru kemarin,” ujarnya.
Meski demikian, Dishub tetap akan menggelar pertemuan dengan perwakilan sopir angkot reguler pada Senin (3/11). Pertemuan itu diharapkan menghasilkan kesepakatan agar persoalan serupa tidak berulang.
“Informasi yang kami terima di lapangan, mereka merasa terganggu, dan tentu ini akan kami bahas besok,” tambahnya.
Sebelumnya, pihak sopir MikroTrans JAK41 menyebut keributan terjadi karena adanya kesamaan rute dengan angkot M02, yang menyebabkan penurunan pendapatan.
Sementara sopir angkot reguler meminta agar rute MikroTrans sementara dialihkan sampai ada surat keputusan (SK) resmi mengenai rute tersebut.
