Kata DPP soal Kabar Gibran Bakal Dikuningkan di Munas Golkar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gibran melambaikan tangan saat menghadiri Rapimnas Golkar di Jakarta, Sabtu (21/20/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gibran melambaikan tangan saat menghadiri Rapimnas Golkar di Jakarta, Sabtu (21/20/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Golkar bakal menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional (Munas) pada Selasa (20/8) mendatang. Santer dikabarkan, Gibran Rakabuming Raka bakal 'dikuningkan' atau bergabung menjadi kader Golkar dalam kegiatan itu.

Bagaimana tanggapan DPP Golkar mengenai isu tersebut?

Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzili, belum dapat memastikan kabar tersebut. Menurut dia, kepastian mengenai hal itu bakal disampaikan saat Munas.

"Ya kita lihat, yang jelas bahwa sejauh ini kan AD/ART-nya yang berlaku hingga Munas nanti masih AD/ART yang sekarang ini," kata dia di Kantor DPP Golkar pada Minggu (18/8).

Ace bahkan belum mendapat arahan Gibran bakal turut diundang ataukah tidak dalam kegiatan itu. Menurut dia, tokoh yang sudah pasti diundang baru Presiden Jokowi dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Dia juga belum dapat memastikan isu Jokowi bakal 'dikuningkan' dalam kegiatan itu.

"Kita mengundang ya tokoh-tokoh pemerintahan yang menentukan bagi arah dari kebijakan negara, tentu kami ingin tegaskan bahwa soal keanggotaan dari Bapak Presiden tentu itu kita kembalikan kepada organisasi," ujar dia.

Sebelum ini ramai poster Gibran bakal digadang menjadi penerus Airlangga Hartarto sebagai ketum Golkar. Namun bila itu terjadi, AD/ART Golkar harus diubah karena ada syarat minimal jadi pengurus 5 tahun.