Kata Gibran Soal Usulan Gelar Pahlawan Untuk Soeharto

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau pabrik manufaktur PT DTECH-Engineering di Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau pabrik manufaktur PT DTECH-Engineering di Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming menilai usulan dua mantan presiden, Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerima gelar Pahlawan Nasional sudah melalui proses panjang.

"Ya saya kira gelar untuk pahlawan ini sudah melalui proses dan tahapan yang panjang ya," kata Gibran di Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (7/11).

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Foto: Paula Bronstein/Newsmakers by Getty Images

Menurut Gibran, Gus Dur dan Soeharto selama menjabat Presiden sudah berkontribusi besar untuk bangsa. "Apalagi beliau-beliau ini memberikan sumbangsih dan kontribusi besar untuk negara," ujar dia.

Lebih khusus, dia menuturkan, Soeharto sebagai Presiden ke-2 RI banyak berkontribusi terkait pembangunan hingga pengentasan kemiskinan.

Presiden Soeharto melambaikan tangan saat ia tiba pada pertemuan puncak kelompok Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Museum Antropologi Universitas British Columbia di Vancouver, Kanada, pada 25 November 1997. Foto: JOHN GIBSON / AFP

"Pak Harto beliau berkontribusi dan berjasa besar untuk pembangunan, swasembada pangan, dan juga pengentasan kemiskinan," jelas Gibran.

Sementara, Presiden ke-4 RI banyak berkontribusi dalam hal penyelesaian masalah hingga hak asasi manusia (HAM).

"Gus Dur sangat berkontribusi sekali untuk penyelesaian masalah, intoleransi, kebebasan untuk menunaikan ibadah, melindungi kaum minoritas, dan juga perlindungan hak asasi manusia," tandas dia.

Sebelumnya, nama Soeharto masuk dalam daftar 40 tokoh yang diusulkan menjadi pahlawan nasional. Usulan itu menuai kritik karena Soeharto dinilai bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran HAM berat saat runtuhnya rezim Orde Baru.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Soeharto memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.

“Untuk nama-nama itu memang semuanya seperti saya bilang itu memenuhi syarat ya, termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan,” kata Fadli kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).