Kata Gugus Tugas soal dr Reisa Broto Asmoro Beriklan di Instagram

Anggota Ombudsman RI Alvin Lie mengkritik tim komunikasi Gugus Tugas COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro. Menurutnya, sebagai pihak yang bertugas di pemerintahan, Reisa harus meninggalkan bisnis endorsement di media sosial.
Reisa pun menjawab kritik Alvin di Twitter. Ia menyebut, hingga saat ini belum menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Alvin kemudian kembali melontarkan kritiknya dengan menyebut Reisa seharusnya memiliki landasan hukum sebagai anggota tim komunikasi yang menyuarakan pesan pemerintah.
"Saya pertanyakan, apa landasan hukum dia (Reisa) sebagai juru bicara (anggota tim komunikasi) Gugus Tugas? Apakah patut informasi resmi pemerintah disampaikan secara rutin melalui forum resmi oleh orang yang tanpa SK pengangkatan/penunjukan, tanpa hak keuangan?" kata Alvin kepada kumparan, Jumat (19/6).
kumparan telah mencoba mengkonfirmasi hal ini ke dr Reisa lewat pesan singkat. Namun hingga berita ini dirilis belum ada jawaban.
Sementara itu, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Prof Wiku Adisasmito mengatakan, Menkominfo Johnny G Plate yang mengetahui detail terkait hal ini.
"Sebaiknya klarifikasi langsung ke yang bersangkutan (Reisa) dan Menkominfo," kata Wiku saat dikonfirmasi, Jumat (19/6).
Tim di Gugus Tugas terdiri dari berbagai kalangan. Termasuk selebgram, artis, dokter, organisasi profesi dan berbagai kalangan lainnya.
"Pendekatan Gugus Tugas adalah pentahelix berbasis komunitas. Jadi semua komponen/stakeholders dilibatkan untuk menghadapi COVID ini," jelas dia.
Namun, Wiku kembali menegaskan tidak mengetahui lebih detail soal status Reisa. Tapi yang jelas, kata dia, bukan ASN.
"Bukan ASN," ungkap Wiku.
Sebelum bergabung dengan Gugus Tugas, dr Reisa memang sering mengiklankan produk di akun Instagramnya. Endorsement ini berlanjut meski dia sekarang menjadi penyampai pesan pemerintah, misalnya dengan mengiklankan air minum dan krim ruam bayi.
Ini menjadi persoalan bagi Ombudsman, sebab produk yang diiklankan oleh seorang pejabat akan terus melekat.
"Yang bersangkutan bicara untuk dan atas nama siapa? Apa buktinya? Bagaimana proses seleksi hingga penunjukannya?" kata Alvin Lie yang juga mantan anggota DPR ini.
"Apa urgensi mengangkat atau menunjuk yang bersangkutan dan langsung melaksanakan tugas walau SK belum diterbitkan?" ujar Alvin Lie.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
