Kata Gus Ipul soal Ada KPM Mundur Setelah Rumah Ditempeli Stiker Keluarga Miskin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wamensos Agus Jabo Priyono menghadiri upacara Sumpah Pemuda dengan siswa SRMA 10 Jakarta Selatan, SRMA 9 Jakarta Timur, SRMP 6 Jakarta Timur di Museum Bank Indonesia, Selasa (28/10/2025).
 Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wamensos Agus Jabo Priyono menghadiri upacara Sumpah Pemuda dengan siswa SRMA 10 Jakarta Selatan, SRMA 9 Jakarta Timur, SRMP 6 Jakarta Timur di Museum Bank Indonesia, Selasa (28/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menanggapi adanya sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengundurkan diri setelah rumahnya ditempeli stiker keluarga miskin.

Gus Ipul menyebut, penempelan stiker keluar miskin itu merupakan inisiatif daerah.

“Kalau soal ada beberapa KPM yang mundur ketika ditempelin stiker warga miskin, ya itu inisiatif daerah. Tetapi memang kami hari-hari ini melakukan uji lapangan,” kata Gus Ipul di Museum Bank Indonesia, Jakarta Barat, Selasa (28/10).

Bagi penerima yang mundur, Gus Ipul menegaskan hak bansos mereka akan dialihkan kepada warga lain yang memenuhi kriteria.

“Pasti kami alihkan kepada mereka yang memenuhi kriteria,” katanya.

Petugas menempelkan stiker Keluarga Miskin di salah satu rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di Indramayu, Jawa Barat, Senin (26/12/2022). Foto: Dedhez Anggara/Antara Foto

2 Juta KPM Tak Layak Terima Bansos

Menurutnya, Kementerian Sosial bersama pendamping dan pemerintah daerah tengah melakukan ground check selama 5 hari ke belakang guna memastikan data penerima bansos sesuai dengan fakta di lapangan.

“Hasilnya, per hari ini sudah 2 juta lebih yang bisa dikatakan tidak layak untuk memenuhi kriteria untuk menerima bansos,” tegas Gus Ipul.

Sekjen PBNU ini menambahkan, data hasil verifikasi akan menjadi dasar bagi Badan Pusat Statistik (BPS).

Petugas menempelkan stiker Keluarga Miskin di salah satu rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di Indramayu, Jawa Barat, Senin (26/12/2022). Foto: Dedhez Anggara/Antara Foto

“Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah bekerja dengan baik sehingga kami, dalam waktu yang tidak terlalu lama, memperoleh data balikan,” ungkapnya.

Ia memaparkan, penyaluran bantuan sosial (bansos) triwulan IV mencakup dua jenis bantuan: BLT penebalan dan tambahan penerima manfaat. Penerima reguler (dalam 3 bulan) dan penerima baru, kata Gus Ipul, sama-sama menerima Rp 900 ribu.

Mensos Gus Ipul menyampaikan sambutan saat mengunjungi siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 53 Pontianak, di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (22/10/2025). Foto: Dok. Kemensos

Penyaluran Dilakukan 2 Jalur

Penyaluran dilakukan melalui dua jalur, yaitu dengan bank-bank yang tergabung dalam Himbara (Himpunan Bank-Bank Milik Negara) dan PT Pos Indonesia. Jika penerima memiliki rekening aktif, bantuan disalurkan langsung ke rekening tersebut.

Sementara penerima tanpa rekening akan menerima bantuan melalui PT Pos, baik diambil langsung di kantor pos, maupun dikirim ke rumah masing-masing.

Ia menargetkan seluruh bansos dapat tersalurkan paling lambat November.

“Per hari ini penyalurannya sudah 14 juta lebih. Insyaallah minggu ini akan tambah 14 juta lagi,” kata Gus Ipul.