Kata Gus Ipul soal Holland Taylor Dicopot dari Penasihat Khusus Gus Yahya
·waktu baca 3 menit

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) diminta tanggapan soal dicopotnya Charles Holland Taylor sebagai penasihat khusus Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Menurutnya, masalah ini akan dijelaskan secara resmi oleh jajaran Syuriyah PBNU. Gus Ipul meminta seluruh pihak khususnya warga NU menunggu penjelasan resmi.
“Ya itu salah satunya. Coba nanti yang akan memberikan penjelasan lebih detail adalah jajaran Syuriyah. Tetapi semuanya bisa mengikuti dengan baik. Prinsipnya sekali lagi saya minta untuk benar-benar bersabar, tetap berada dalam frekuensinya dan mengikuti perkembangan dan informasi yang official,” ujar Gus Ipul di Pusdiklatbangprof Margaguna, Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (24/11).
“Dan yang penting bahwa kita serahkan kepada mereka yang memiliki otoritas sesuai dengan AD/ART. Yang memiliki otoritas itu adalah jajaran syuriyah PBNU yang dipimpin oleh Rais Aam dan dua wakil Rais Aam. Semuanya kita mengikuti, saya juga tidak bisa komentar terlalu banyak. Yang penting inti masalahnya bisa dikemukakan nanti dengan baik, dijawab dengan baik,” lanjutnya.
Ia menekankan, publik sebaiknya menunggu informasi resmi agar tidak terseret narasi yang tidak sesuai terkait keputusan PBNU.
“Nah, dengan begitu publik tidak akan terbawa oleh informasi-informasi yang mungkin tidak sesuai dengan dasar-dasar bagi pengambilan keputusan di tingkat jajaran syuriyah itu,” ucap Mensos ini.
Charles Holland Taylor merupakan penasihat khusus Gus Yahya untuk urusan internasional.
Kabar pencopotan Holland Taylor mencuat setelah beredarnya surat yang menyebut Gus Yahya diminta mundur dari posisi Ketum PBNU.
Surat itu ditandatangani Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, pada 20 November 2025, berdasarkan musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam.
Gus Yahya didesak mundur dari jabatan Ketum PBNU karena mengundang akademisi pro-Zionis [Peter Berkowitz] pada kegiatan Akademi Kepemimpinan NU (AKN) pada Agustus lalu serta adanya masalah tata keuangan di organisasi.
Sedangkan dalam surat bertanggal 22 November, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar merilis surat yang isinya mencabut tanda tangan tentang surat penetapan Charles Holland Taylor. Bunyinya:
Menindaklanjuti hasil keputusan Rapat Harian Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tanggal 29 Jumadal Ula 1447 H/20 November 2025 M di Jakarta sebagaimana Risalah Rapat terlampir, serta berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Bab XVIII Pasal 57, 58, 61, 64, 67 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama, dengan ini kami selaku Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan mencabut tanda tangan dalam Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 3137/PB.01/A.II.01.71/99/12/2024 tentang Penetapan Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU Untuk Urusan Internasional.
Siapa Charles Holland Taylor?
Charles Holland Taylor adalah seorang aktivis internasional asal Amerika Serikat, yang punya ekspertise terkait proses islamisasi Jawa pada abad ke-15 dan 16.
Ia dan Abdurachman Wahid (Gus Dur) mendirikan organisasi non-profit LibForAll pada 2003.
Taylor menjadi mualaf pada tahun 2003 dengan nama Islam: Muhammad Kholil.
Keterlibatannya dengan NU kian erat setelah itu. Pada 2014, Taylor bersama KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) yang saat itu menjabat sebagai Ketum PBNU dan KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang menjabat sebagai Sekjen PBNU juga membentuk organisais non profit lainnya yang bernama Bayt ar-Rahmah.
Ketika Gus Yahya menjadi Ketum PBNU, Taylor diangkat sebagai penasihat khusus urusan internasional.
