Kata Kapolri soal Fenomena Masyarakat Lebih Pilih Lapor Damkar Ketimbang Polisi
·waktu baca 2 menit

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons fenomena masyarakat yang belakangan disebut lebih memilih melapor ke petugas pemadam kebakaran (Damkar) dibanding ke polisi ketika butuh bantuan cepat.
Sigit mengatakan, Polri akan membenahi layanan agar respons terhadap laporan masyarakat lebih cepat dan tidak mengecewakan.
“Terima kasih ya saya kira dengan layanan 110 tadi yang nanti akan kita sempurnakan harapan kita setiap laporan yang masuk bisa direspons cepat cukup dengan memencet 110 sehingga ini yang sekarang sedang kita lakukan perbaikan sehingga kemudian masyarakat yang melaporkan tidak kecewa,” kata Sigit usai Apel Kasatwil di Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11).
Ia menegaskan, Polri ingin memastikan setiap laporan yang masuk melalui 110 langsung ditindaklanjuti oleh petugas terdekat.
“Harapan kita dengan memencet 110 maka respons segera bisa diperoleh. Kehadiran polisi berkait dengan apa yang menjadi pengaduan masyarakat juga segera bisa ditindaklanjuti,” lanjutnya.
Selain memperbaiki respons layanan, Sigit menyebut pengawasan internal juga diperkuat, terutama oleh Divisi Propam, agar masyarakat punya saluran cepat untuk melaporkan dugaan pelanggaran anggota di lapangan.
“Termasuk juga tadi kita memperkuat pengawasan di bidang propam sehingga hampir di semua tempat itu kita tempel pengawasan sehingga begitu masyarakat melihat ada polri yang mungkin melakukan pelanggaran bisa langsung lapor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat kini bisa melapor melalui barcode yang dipasang di berbagai lokasi publik.
“Mungkin kalau dilihat mungkin di halte, di ruang hotel, di lift itu semuanya sudah kita pasang bagaimana kalau ada masalah tinggal pasang barcode, laporkan di situ, maka propam akan langsung tangani hal-hal itu yang tentunya kita lakukan perbaikan,” kata Sigit.
Eks Kabareskrim ini menambahkan, pembenahan juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas pimpinan di seluruh level, mulai dari bawah hingga atas agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berkembang.
“Termasuk tentunya memberikan kemampuan mengisi dengan kemampuan yang dibutuhkan sebagai seorang pemimpin baik di tingkat bawah, di tingkat menengah, maupun di tingkat atas tentunya itu menjadi bagian yang terus-menerus harus kita lakukan perbaikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berkembang,” tutupnya.
