Kata-kata Terakhir Brigadir Yosua Sebelum Dieksekusi Sambo Dkk

30 November 2022 13:06
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Richard Eliezer bersiap menjalani sidang lanjuutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2022). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Richard Eliezer bersiap menjalani sidang lanjuutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (21/11/2022). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Brigadir Yosua dieksekusi juniornya, Bharada Richard Eliezer, Pudihang Lumiu atas perintah dari atasannya, Ferdy Sambo. Yosua tewas diberondong peluru di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
Eliezer menceritakan kata-kata terakhir dari Yosua sebelum dieksekusi pada 8 Juli 2022 sore. Hal itu ia ceritakan saat bersaksi di depan majelis hakim untuk terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Wibowo.
"Menembak jarak berapa meter?" tanya hakim, di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11).
"Sekitar 2 meter Yang Mulia," jawab Eliezer.
"Bagaimana cara menembak?" tanya hakim.
"Saya sempat tutup mata pertama kali tembakan pertama," jawab Eliezer.
Hakim pun menanyakan posisi korban saat itu. Eliezer menceritakan bahwa Yosua didorong oleh Sambo saat masuk ke lantai 1 Rumah Duren Tiga. Di lokasi tersebut, ada juga Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal yang masuk setelah Yosua.
Foto alm. Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto alm. Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Foto: kumparan
Saat masuk itulah, Eliezer mendengar kata-kata terakhir Yosua yang bingung dengan tindakan Sambo.
ADVERTISEMENT
"Pada saat didorong itu korban cuma bilang gini Yang Mulia, 'eh Pak, kenapa Pak, ada apa Pak'," kata Eliezer.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"'Kenapa Pak, ada apa Pak, ada apa', baru kan Beliau (Sambo) 'kau berlutut, berlutut kamu'. Dia [Yosua] posisinya tidak jongkok cuma agak menurun saja, tangannya di depan dada," kata Eliezer.
Eliezer saat itu mengaku menembak sebanyak 3 sampai 4 kali. Dia tak ingat pastinya.
"Lihat posisi korban?" tanya hakim.
"Lihat," jawab Eliezer.
"Berhadapan?" tanya hakim lagi.
"Berhadapan," jawab Eliezer, yang sebelum eksekusi sempat berdoa.
Tembakan itu belum menghabisi nyawa Yosua. Dalam posisi meregang nyawa, Yosua terdengar masih mengerang.
Menurut Eliezer, Sambo kemudian melepaskan tembakan terakhir. Setelahnya, tak ada lagi suara erangan tersebut,
Irjen Ferdy Sambo dihadirkan saat rekonstruksi di rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan (30/8/2022). Foto: Youtube/Polri TV
zoom-in-whitePerbesar
Irjen Ferdy Sambo dihadirkan saat rekonstruksi di rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan (30/8/2022). Foto: Youtube/Polri TV
Dalam dakwaan, Eliezer menembakkan 3 sampai 4 peluru kepada Yosua. Diakhiri tembakan di kepala oleh Sambo. Yosua pun tewas.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020