Kata Menkes soal Kasus Influenza A Naik di Sejumlah Wilayah Jawa Timur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Perempuan Flu. Foto: Kmpzzz/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perempuan Flu. Foto: Kmpzzz/Shutterstock

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah memantau laporan peningkatan kasus influenza A di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sejauh ini belum terlihat adanya lonjakan kasus influenza A secara umum. Namun, terdapat sejumlah titik pemantauan atau sentinel yang menunjukkan kenaikan kasus influenza.

Hal itu disampaikan Budi saat ditemui wartawan usai menghadiri International Health Policy and Management (IHPM) 4 di Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).

Menurut Budi, Kemenkes terus memantau titik-titik tersebut dan telah meminta jajaran Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) untuk mengecek wilayah yang mengalami peningkatan, khususnya di Jawa Timur.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam agenda Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 tahun 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

“Nah, kalau itu saya belum lihat adanya lonjakan. Memang kita ada beberapa sentinel atau beberapa titik-titik yang kita lihat ada kenaikan influenza ini selalu kita monitor. Saya dengar sih ada yang di Jawa Timur di beberapa titik agak naik. Memang saya udah minta teman-teman dari P2P untuk lihat di daerah-daerah mana khususnya, karena itu kan menular, ya,” kata Budi.

Budi menjelaskan, influenza A tidak termasuk jenis influenza yang mematikan. Menurutnya, perhatian lebih besar perlu diberikan terhadap virus H5 yang pernah menyebabkan kasus flu burung.

“Cuma kalau influenza A ini, ini kan bukan influenza yang mematikan, kan. Yang kita takutkan kan yang ada H5, yang dulu pernah kejadian yang flu burung itu, ya,” ujar Budi.

Budi mengaku, pihaknya masih mengecek penanganan kasus influenza A di wilayah yang mengalami peningkatan. Ia memastikan, influenza A pada dasarnya dapat disembuhkan dengan pengobatan biasa.

“Saya lagi lihat apakah penanganannya di sana juga baik apa enggak. Ini sebenarnya dengan pengobatan biasa harusnya bisa disembuhkan,” tutur Budi.