Kata Moeldoko soal Dana PSN Diduga Masuk Kantong ASN-Politikus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Periklindo Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di acara Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2023 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (6/5/2023). Foto: Dok. PLN
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Periklindo Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di acara Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2023 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (6/5/2023). Foto: Dok. PLN

Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap ada dugaan korupsi pada proyek strategis nasional (PSN). Uang tersebut diduga malah masuk ke kantong politikus dan ASN.

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko meminta agar penanganannya diserahkan kepada pihak-pihak terkait. Jangan sampai isunya jadi tak terkontrol.

"Saya pikir otoritasnya sudah ada yang menangani. Serahkan kepada otoritas yang menangani, jangan itu nanti menjadi isu yang uncontrolled," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/1).

Ia menegaskan, aparat penegak hukum memainkan perannya dan mengusut temuan PPATK itu.

"Semua institusi yang punya peran itu bertindak, jangan diam, kan, begitu," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan terdapat sebesar 36,81% dari total dana masuk ke rekening sub kontraktor berdasarkan hasil pemeriksaan, pengamatan, pencermatan, dan analisis mendalam.

Hal itu diidentifikasi sebagai transaksi yang terkait dengan kegiatan operasional pembangunan. Selebihnya diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

Anggaran itu kemudian ditelusuri lagi dan ditemukan mengalir ke ASN dan politikus, dan diduga digunakan untuk membeli aset dan investasi.

Belakangan, PPATK mengklarifikasi bahwa perbuatan itu merupakan contoh satu kasus korupsi saja. Menurut PPATK, tidak bisa ditafsirkan sebagai korupsi pada seluruh PSN.