Kata Pedagang soal Tren 'Gamis Bini Orang': Adem, Kayak Ada AC-nya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pedagang melayani pembeli Gamis di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pedagang melayani pembeli Gamis di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Teriakan 'Bini Orang!' bersahut-sahutan di sepanjang lorong lantai 1 Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ucapan itu diserukan oleh para pedagang gamis, yang mencoba menarik perhatian.

Harapan mereka, dengan mendenger teriakan 'bini orang', pengunjung yang melintas langsung menoleh ke arah 'Gamis Bini Orang' itu.

Penampakan Gamis yang dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Gamis yang disebut 'bini orang' itu, kebanyakan berwarna gading dan krem. Lalu, gamis itu punya ciri khas memiliki layer yang berbentuk melengkung dan melebar di bagian bawah. Lalu terdapat aksen susun di bagian lengannya.

Arili (25) seorang pedagangnya menyebut bahwa gamis ini ringan, dan sejuk saat dipakai.

"Untuk bahan lebih jatuh, terus lebih lembut, adem, dan lebih ringan dipakenya. Adem (seperti) ada AC-nya," ujar Arili sambil tertawa.

Arili mengatakan gamis bini orang sedang menjadi primadona di Tanah Abang pada tahun ini. Terbukti di tokonya, ia dapat menjual gamis bini orang mencapai lebih dari 100 buah dalam satu hari di akhir pekan.

Sejumlah pedagang melayani pembeli Gamis di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Kalau jumlah terjual sih dalam satu hari itu tuh lebih 100 pieces lah. Weekend ya. Ramai banget kalau weekend ya, Jumat, Sabtu, Minggu," kata Arili.

"Hari biasa paling ya 20 lah," tambahnya.

Meski tidak setinggi penjualan Arili, Safa (25) pedagang yang lain di Tanah Abang turut berujar gamis bini orang sedang ramai diminati. Di tokonya produk gamis ini bisa terjual hingga lebih dari 50 buah.

"Sehari kadang ada 20 orang. Kalau weekend lebih banyak, kira-kira 50 lebih ada lah," ucap Safa.

Bahkan gamis bini orang telah nangkring di toko Safa sejak akhir tahun lalu. Begitupun di toko milik Wirman (34), yang sudah menjualnya sejak bulan Desember 2025 karena viral.

Sejumlah pedagang melayani pembeli Gamis di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Desember (sudah jual). Udah viral, TikTok udah. Kan banyak dicari orang," ungkap Wirman.

Wirman mengungkapkan juga bahwa viralnya gamis bini orang ini disebabkan karena adanya bapak-bapak yang membelinya untuk istrinya. Kemudian produk ini digandrungi oleh ibu-ibunya setelah viral.

Jelang Lebaran, gamis ini jadi salah satu yang paling diburu. Terlebih, karena gamis ini dijual dengan harga berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu.