Kata Pemprov soal Vlogger Diminta Rp 3 Juta saat Ambil Video di Lawang Sewu

Viral sebuah akun YouTube Kirandika Channel yang diminta membayar uang sekitar Rp 3 juta untuk membuat video di objek wisata Lawang Sewu, Semarang, Jateng. Video tersebut diunggah pada Selasa (10/15).
Video tersebut diberi judul Ngevlog di Lawang Sewu Harus Bayar Jutaan Rupiah/Jam. Di dalam deskripsinya, pengunggah itu menuliskan, Ternyata ngevlog/buat video di Lawang Sewu harus bayar Jutaan,- per jam. Hal ini saya ketahui langsung ketika pingin ngevlog di Lawang Sewu hari Minggu, 8 November 2020.
Terkait video tersebut, Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari menegaskan pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada pihak Kereta Api (KA) Parwisata.
"Kami sudah klarifikasi dan mereka (KA Pariwisata) juga sudah minta maaf atas kesalahan informasi yang diberikan oleh pihak security," ujar Indriyasari saat dihubungi, Minggu (15/11).
Ia menambahkan, aturan bagi pengunjung yang masuk ke lokasi wisata Lawang Sewu cukup ketat, termasuk untuk pengambilan video.
"Memang kalau untuk nge-vlog ada aturannya sendiri. Kalau sifatnya untuk bisnis atau komersil ada biayanya. Tapi kalau untuk perorangan tidak ada biayanya," terangnya.
Lebih lanjut, Indriyasari mengatakan, aturan tersebut tidak hanya berlaku untuk para pengunjung, tetapi pihaknya pun harus mengajukan izin jika melakukan pengambilan video di lokasi tersebut.
"Kami juga sering membuat surat permohonan izin untuk pengambilan video dan mereka memfasilitasi itu," ungkap dia.
Sementara, Humas PT Kereta Api Pariwisata Ilud Siregar menambahkan, biaya pengambilan video yang bersifat komersial memang dikenakan tarif.
"Sesuai SOP pengunjung yang ingin melakukan photoshoot atau rekaman video untuk kegiatan yang bersifat komersial seperti shooting film dan shooting iklan, maka akan dikenakan biaya penggunaan senilai Rp3.500.000 per jam," kata dia dalam keterangan tertulis.
Meski begitu pihaknya tetap menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dalam peristiwa itu. Sebab pemberian informasi terkait biaya merupakan tugas customer service bukan pihak keamanan.
"KAI Wisata menyampaikan permohonan maaf kepada pemilik akun Youtube Kirandika Channel, karena tupoksi petugas keamanan di lapangan hanya sebatas menyampaikan informasi tentang prosedur dan mengarahkan pengunjung untuk mendapatkan penjelasan secara langsung dari customer service," ucap dia.
