Kata Sri Sultan soal Rencana Penutupan Plengkung Gading

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Plengkung Gading, salah satu gerbang untuk masuk ke dalam kawasan Jeron Beteng di sekitar Keraton Yogyakarta, Selasa (21/1/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Plengkung Gading, salah satu gerbang untuk masuk ke dalam kawasan Jeron Beteng di sekitar Keraton Yogyakarta, Selasa (21/1/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, angkat bicara soal kabar akan ditutupnya Plengkung Gading, salah satu gerbang untuk masuk ke dalam kawasan Jeron Beteng di sekitar Keraton Yogyakarta.

Menurutnya, uji coba soal rencana ini belum dilakukan.

"Belum, dicoba aja juga belum," kata Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Rabu (22/1).

Sementara soal nasib pedagang di Alun-alun Kidul (Alkid), Sultan mengatakan akan dilakukan penataan.

"Pengertian ditata, kan bukan berarti digusur. Kan baru percobaan aja. Memungkinkan enggak," jelasnya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat malam Orasi Penganugerahan Hamengku Buwono IX Award di Bangsal Sri Manganti, Kraton Yogyakarta, Kamis (19/12/2024). Foto: Dok. PP Muhammadiyah

Plengkung Gading merupakan bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta, yakni sumbu lurus yang menghubungkan antara Tugu Pal Putih, Keraton Yogyakarta, dan Panggung Krapyak.

Sumbu Filosofi Yogyakarta telah resmi ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia dari Indonesia oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).

"Ya semua penataan, kan ada rekomendasi-rekomendasi dari UNESCO," jelasnya.

Sebelumnya, Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Datu Dana Suyasa Keraton Yogyakarta, GKR Mangkubumi, mengatakan waktu uji coba penutupan Plengkung Gading belum ditentukan

"Baru uji coba. Aku nggak tahu (waktunya uji coba akan kapan)," kata GKR Mangkubumi ditemui di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (21/1).

Salah satu putri Keraton Yogyakarta itu menjelaskan rencana ini merupakan bagian dari penataan Sumbu Filosofi.

"Ya baru diuji coba. (Latar belakang) Itu kan bagian dari Sumbu Filosofi," katanya.