Kata Wagub DKI soal Lab Telat Laporan Berimbas Kasus Corona Pecah Rekor

Beberapa hari terakhir kasus harian corona Jakarta melesat. Bahkan pecah rekor dengan angka 2.096 kasus baru dalam satu hari pada 25 Desember.
Namun sejak itu hingga hari ini, Senin (28/12), Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut adanya akumulasi akibat keterlambatan data laboratorium atau rumah sakit swasta yang dilaporkan ke Pemprov DKI.
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui peningkatan kasus di Jakarta belakangan karena adanya keterlambatan laporan. Sebab DKI dalam melakukan testing memang tak hanya dari Pemprov, tapi bersama dengan lab dan rumah sakit swasta, BUMN, BUMD.
"Memang ada beberapa, saya tidak menyebut dari tempat lain, yang datanya terlambat sehingga itu yang kami sebut rapelan atau akumulasi. Yang seharusnya umpamanya data hari ini disetor hari ini ternyata yang disetor hari ini sudah 2-3 hari sebelumnya. Sehingga menumpuk dan beberapa kali terjadi peningkatan," jelas Riza di Balai Kota, Jakarta, Senin (28/12).
Hari ini saja dari 1.678 kasus baru, 406 kasus di antaranya merupakan akumulasi dari kasus tiga hari terakhir dari 1 Laboratorium RS Vertikal dan 1 RS Swasta yang baru dilaporkan.
Pihaknya memastikan ke depan tak ada keterlambatan pelaporan. Dia juga tak menyalahkan pihak mana pun terkait keterlambatan pelaporan data ini.
Sejauh ini, kata dia, penyebaran corona di Jakarta bisa dikendalikan. Terbukti dengan tingkat kesembuhan dan kematian.
Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi, tapi jangan hanya melihat adanya peningkatan, tapi apa sebabnya ini disebabkan tadi di antaranya rapelan akumulasi penambahan. Yang harus dilihat adalah sejauh mana kami Pemprov bisa menangani ini.
--Wagub DKI Riza Patria
"Kalau lihat faktanya angka kesembuhannya terus meningkat 91%, 92% dan angka daripada kematian terus turun sudah 1,8%, 1,7% inilah yang menunjukkan bahwa kami semua bisa menangani ini dengan cukup baik atau terkendali," tutupnya.
