Kawasan Subak di Bali Longsor 10 Meter, 3 Ekor Sapi Mati
·waktu baca 2 menit

Kawasan subak di Desa Jatiluwih Kecataman Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, merupakan salah satu spot wisata berlatar sawah. Mirisnya, kawasan subak ini longsor sedalam 10 meter.
Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Artadana mengatakan, sebanyak 3 ekor sapi mati dan warga mengalami kerugian Rp 46 juta akibat musibah ini. Selain itu, subak yang ditanami padi oleh para petani tertimbun longsor seluas 20 are.
"Dari hasil pengecekan di lapangan didapati senderan irigasi sepanjang kurang lebih 10 meter jebol atau longsor dan tergerus air sampai menimbun kandang sapi milik warga dan juga menimbun sawah yang berisi tanaman padi seluas kurang lebih 20 are," kata dia.
Ia mengatakan, kejadian longsor ini terjadi pada Rabu (30/3) sekitar pukul 07.00 WITA kemarin. Saat itu, para petani sedang menyabit di kawasan subak. Tiba-tiba para petani mendengar suara gemuruh.
Mereka kaget dan langsung mengecek area subak. Ternyata, tembok senderan irigasi amblas dan jebol sehingga aliran irigasi subak mengalir ke area bagian bawah subak.
BPBD dan polisi langsung turun tangan mengantisipasi kejadian lanjutan. BPBD juga mengevakuasi sapi yang mati.
"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di sekitar senderan saluran irigasi yang jebol atau longsor, dipasang tanda dilarang melintas. Mengingat tanah sekitar masih labil," kata dia.
