KBRI Paris Imbau WNI Hindari Lokasi Demo Pelajar di Prancis

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris mengeluarkan imbauan bagi warga negara Indonesia (WNI) di Prancis. Imbauan ini dikeluarkan menyusul terjadinya unjuk rasa pelajar dan mahasiswa terkait isu pendidikan.
"Sehubungan dengan meningkatnya mobilisasi pelajar / mahasiswa terkait isu pendidikan, termasuk aksi blokade di sejumlah sekolah dan universitas di berbagai wilayah Prancis, KBRI Paris mengimbau masyarakat Indonesia di Prancis," demikian keterangan KBRI Paris diunggah lewat akun Instagram resminya, dikutip Sabtu (3/10).
KBRI Paris meminta WNI memperhatikan perkembangan situasi keamanan di wilayah masing-masing. WNI juga diimbau menghindari keterlibatan dalam demonstrasi yang berpotensi mengganggu ketertiban atau membahayakan keselamatan.
Selain itu, WNI diminta memantau informasi dari sekolah, universitas, dan otoritas setempat mengenai perubahan jadwal belajar, penutupan sementara sekolah atau universitas, hingga pelaksanaan pembelajaran secara daring.
KBRI Paris juga mengingatkan WNI untuk merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi transportasi dan lalu lintas. WNI disarankan menghindari rute yang berdekatan dengan lokasi demonstrasi atau kerumunan massa.
Apabila tanpa sengaja berada di sekitar lokasi aksi dan situasi mulai tidak kondusif, WNI diminta segera menjauh serta mengikuti arahan aparat keamanan setempat.
KBRI juga mengimbau masyarakat Indonesia menjaga komunikasi dengan keluarga, terutama jika terjadi perubahan jadwal, keterlambatan perjalanan, atau kondisi darurat.
KBRI Paris meminta WNI tetap tenang, mematuhi ketentuan dan arahan otoritas Prancis, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
"KBRI Paris terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat Indonesia untuk mengutamakan keselamatan diri dan keluarga," demikian imbauan tersebut.
Dalam kondisi darurat atau jika membutuhkan bantuan terkait pelindungan WNI, masyarakat Indonesia dapat menghubungi hotline KBRI Paris di nomor +33 6 21 12 21 09.
Sementara itu, dilansir AFP, aksi protes pelajar di Prancis telah mengganggu aktivitas di 735 sekolah. Kelompok pelajar juga menyerukan demonstrasi lanjutan pada Selasa (6/10).
Aksi tersebut berkaitan dengan keluhan mengenai kondisi pendidikan, termasuk jam sekolah yang panjang, kondisi ruang kelas, dan kekurangan tenaga pengajar. Demonstrasi di sejumlah lokasi juga diwarnai ketegangan dengan aparat keamanan.
