KBRI Seoul Buka Posko WNI di Korsel, Kirim 140 Ribu Masker untuk Cegah Corona

KBRI Seoul mendistribusikan 140.943 masker gratis kepada seluruh WNI di Korsel. Sejak Februari, Korsel menjadi negara terbesar kedua di Asia setelah China yang mengalami lonjakan penderita corona.
“Saya terus memantau keadaan masyarakat Indonesia di Korsel. Selain melalui Posko Aju yang bertindak cepat di garis terdepan, posko di Seoul juga terus melakukan komunikasi dengan masyarakat dan menyalurkan bantuan berupa masker, desinfektan, serta hand sanitizer yang saat ini kerap mengalami kelangkaan di pasaran.” ujar Dubes RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi.
"Melalui kerja sama dengan berbagai instansi, KBRI telah mendistribusikan tak kurang dari 140.943 masker kesehatan gratis kepada seluruh WNI di Korsel," sambungnya.
Untuk memastikan 1.403 WNI di Daegu aman, KBRI Seoul merotasi Tim Posko yang berlokasi sekitar 50 Km dari Kota Daegu. Tim posko kedua berangkat pada Kamis (12/3), menggantikan tim sebelumnya yang kembali ke Seoul. Pergantian tim akan terus dilakukan setiap dua minggu.
"Kondisi tim Posko Aju yang pulang dari Daegu dalam keadaan sehat. Sekembalinya bertugas, tim akan melakukan self-quarantined dan bekerja dari rumah selama 14 hari," tulis KBRI Seoul.
Posko ini dibentuk setelah Pemerintah Korsel meningkatkan status kewaspadaan menjadi Red Alert. Apalagi, wilayah Daegu dan Gyeongsangbuk-do juga ditetapkan sebagai special care zones karena lonjakan pasien yang terpapar COVID-19.
"Meskipun senantiasa diiimbau untuk terus waspada, kondisi Daegu sudah semakin kondusif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya angka kesembuhan dan semakin menurunnya jumlah kasus baru yang terinfeksi COVID-19," tulisnya.
KBRI Seoul terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, paguyuban kedaerahan, mahasiswa, juga kelompok keagamaan seperti Jamaah Masjid Indonesia dan juga Jemaat Gereja Indonesia.
Hingga 12 Maret, Korsel telah melaporkan 7,869 kasus terpapar COVID-19, dengan 60 pasien meninggal dan 288 sembuh. Secara global, virus asal Wuhan ini menjangkiti 126.136 orang, menewaskan 4.630 orang, dan 68.216 pasien berhasil sembuh.
