KDM Beri DP Rumah Rp 25 Juta untuk Petugas Kereta Korban Pengeroyokan di Garut

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan bantuan uang muka (DP) rumah sebesar Rp 25 juta kepada Andika, petugas penjaga perlintasan kereta api (JPL) Luwigoong, Kabupaten Garut, yang menjadi korban penganiayaan usai menegur pengendara yang menerobos perlintasan.
Bantuan tersebut disampaikan Dedi saat bertemu langsung dengan Andika. Dalam kesempatan itu, Dedi kembali meminta pelaku penganiayaan segera menyerahkan diri kepada kepolisian.
"Saya minta saudara yang melakukan penganiayaan segera menyerahkan diri. Kalau pun tidak menyerahkan diri, pasti ditahan dan ditangkap. Hari ini juga saya yakin Polres Garut bisa menangani ini dengan cepat," kata Dedi.
Dalam pertemuan tersebut, Andika menceritakan kronologi kejadian. Ia mengatakan peristiwa bermula ketika sekelompok pengendara sepeda motor tetap memaksa melintas meski palang perlintasan sudah ditutup.
"Yang kemarin menegur orang berkendaraan bermotor, sebanyak satu motor tiga orang dan satu dua orang. Saat lintasan ditutup, mereka mengangkat lintasan?" tanya Dedi.
"Iya, betul, Pak," jawab Andika.
Menurut Andika, para pengendara tetap melintas setelah mengangkat palang perlintasan. Usai berhasil melewati rel, mereka ditegur karena tindakan tersebut membahayakan keselamatan.
"Ditegur, setelah ditegur marah dan menganiaya," ujar Andika.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Garut dan masih dalam penanganan aparat kepolisian. Dedi optimistis pelaku segera berhasil diamankan.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan memaksa membuka palang perlintasan kereta api merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap aturan yang dapat membahayakan banyak orang.
"Ini cermin ketidakberadaban warga yang sudah ditutup masih maksa lewat. Nanti kalau tertabrak kereta api, penjaga juga yang diperiksa dan disalahkan," tegasnya.
Selain memberikan dukungan moral, Dedi juga memberikan bantuan berupa DP rumah kepada Andika. Ia kemudian menanyakan langsung kepada Andika mengenai kabar bahagia yang diterimanya setelah kejadian tersebut.
"Apa yang kebahagiaan yang didapat hari ini selain kejadian kemarin?" tanya Dedi.
Andika pun menjawab bahwa dirinya mendapat bantuan uang muka rumah dari Gubernur Jawa Barat.
"Alhamdulillah, DP rumah," jawab Andika.
Dedi kemudian memastikan nilai bantuan tersebut mencapai Rp25 juta. Ia berharap bantuan itu dapat menjadi penyemangat bagi Andika yang tetap menjalankan tugasnya menjaga keselamatan masyarakat di perlintasan kereta api.
"Saya kasih DP rumah. Berapa tadi dikasih DP rumahnya?" tanya Dedi.
"25 juta, Pak," jawab Andika.
Menutup pertemuan itu, Dedi sempat bergurau bahwa setiap musibah selalu memiliki hikmah. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memaknai bantuan tersebut secara keliru.
"Ya alhamdulillah, setiap peristiwa ada hikmahnya. Tapi bukan berarti kalau ingin dapat DP rumah harus digebukin dulu," ucap Dedi sambil bercanda.
KAI Apresiasi KDM
PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap petugas Penjaga Perlintasan Sebidang (JPL) 227 Leuwigoong, Kabupaten Garut, yang menjadi korban pengeroyokan saat bertugas.
Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan perhatian yang diberikan pemerintah daerah menjadi bentuk kepedulian terhadap petugas yang setiap hari berada di garis terdepan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan di perlintasan sebidang.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian dan atensi penuh terhadap peristiwa pengeroyokan yang dialami petugas JPL 227 Leuwigoong. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi seluruh insan KAI yang setiap hari bertugas menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang," ujar Kuswardojo dalam keterangannya, Selasa (14/7).
