KDM Bikin Wajib Militer bagi Geng Motor hingga Siswa Tawuran, Mei Mulai Jalan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ditemui di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (15/4/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ditemui di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (15/4/2025). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merancang program 'Wajib Militer' bagi siswa-siswa bermasalah yang tidak menyelesaikan sekolahnya. Koordinasi pun telah dilakukan dengan bupati dan wali kota se-Jawa Barat.

"Jadi begini, kan kita ini dari dulu ngomongin geng motor gak selesai-selesai. Anak-anak yang mengalami problem di rumah sehingga berdampak tidak sekolah, tidak selesai, hari ini kita akan merumuskan dengan para bupati wali kota. Nanti anak-anak yang orang tuanya sudah tidak sanggup lagi untuk mendidik, nanti akan kita wajib militerkan," kata Dedi Mulyadi di gedung Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Senin (28/4).

Tak cuma geng motor, siswa yang terlibat tawuran juga menjadi sasaran pria yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) itu. Orang tua mereka akan dipanggil lalu ditawarkan opsi sekolah militer.

"Nanti dari kabupaten/kota sudah ada beberapa yang siap. Nanti ada anak yang tawuran di jalan, kita akan bawa. Saya panggil orang tuanya mau gimana, sanggup masih mendidik atau kita sekolahkan di sekolah militer?" tutur dia.

"Nanti di kompleks tentara atau di kompleks polisi kita sekolahkan di situ selama satu tahun, minimalnya enam bulan. Sampai dia berubah," imbuh KDM.

Lantas kapan program ini akan dimulai?

"Mulai Mei, kita sudah mulai jalan. Sudah ada beberapa kabupaten yang sudah menyiapkan Di Bandung, Pangdam III/Siliwangi sudah menyiapkan barak-barak."

"Sekolahnya tetap mereka berafiliasi pada SMP atau SMA mana tapi kelasnya khusus," tutupnya.