KDM Buka-bukaan soal Laporan Keuangan, Pastikan Pemprov Jabar Tak Endapkan Uang
·waktu baca 2 menit

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, buka-bukaan soal laporan keuangan Provinsi Jabar. Ia menjelaskan, saat ini uang yang tersimpan sebesar Rp 2,4 triliun di Bank BJB.
“Uang itu tersimpan dalam bentuk giro, bukan deposito, dan saya pastikan tidak ada deposito Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengendapkan uang,” kata Dedi lewat video yang dikirimkan ke kumparan, Selasa (21/10).
“Apabila ada pejabat Pemprov mengelola keuangan diam-diam membuat sertifikat deposito tanpa sepengetahuan saya, saya yakinkan hari ini pun saya berhentikan,” tegasnya.
Dedi memaparkan, jumlah uang tersebut merupakan pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk kegiatan pendapatan dan pembangunan.
Ia menyebut, jumlah yang harus dibayarkan hingga Desember 2025 ialah sebesar Rp 7,5 triliun sehingga masih terdapat kekurangan dan menunggu transfer dari pusat.
“Jumlah kegiatan yang harus dibayarkan sampai bulan Desember itu kurang lebih Rp 7,5 triliun. Artinya uangnya masih kurang. Dari mana menutup kekurangan uangnya itu? Kami menunggu pendapatan dana transfer pusat dan menunggu juga dana-dana yang diperoleh dari pendapatan Provinsi Jawa Barat,” ucap Dedi.
Dedi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pembangunan agar cepat selesai. Ia memastikan, saat ini belanja Provinsi Jawa Barat mengalami perubahan yang sangat besar. “Belanja publiknya mengalami peningkatan hampir 1.000 persen,” ujar Dedi.
“Untuk itu saya ucapkan terima kasih pada semuanya. Insyaallah pajak yang dibayarkan memiliki manfaat bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat,” ujar gubernur yang akrab disapa KDM itu.
“Lihat saja, hari ini jalan-jalan di Jabar sudah mulai terbangun, dilengkapi oleh PJU, drainase, dan CCTV, serta nanti akan dipasang gapura-gapura perbatasan. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan rasa nyaman dan rasa aman bagi seluruh masyarakat Provinsi Jawa Barat,” kata KDM.
