KDM Ceramah Antikorupsi ke Mahasiswa Baru Unpas: Jangan Nilep Uang Semesteran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi berceramah ke para mahasiswa baru Universitas Pasundan (Unpas), menyinggung tentang sifat antikorupsi yang mesti dibentuk sejak dini.

Ia menyampaikan itu di acara yang dihelat Unpas di Sabuga, Kota Bandung, Selasa (16/9).

Awalnya, Dedi mengapresiasi para mahasiswa yang kerap menyampaikan gagasan kritis bagi negara, termasuk bagaimana mengelola keuangan demi masyarakat.

"Di balik itu, civil society juga harus terbentuk dalam bentuk karakter manusia yang kuat. Saya juga mengajak mahasiswa: Kalau negara tidak boleh koruptif, mahasiswa juga tidak boleh koruptif sama orang tuanya, tidak boleh nilep uang semesteran, tidak boleh boros," ujar Dedi.

Pria yang akrab disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi itu melanjutkan, "Karena itu perasaan untuk membangun civil society yang kuat yaitu pemimpinnya kuat, rakyatnya juga harus kuat. Pemimpinnya jujur, rakyatnya juga jujur. Generasinya juga jujur."

Kepada wartawan usai memberikan ceramah, KDM membantah isu banyaknya perguruan tinggi swasta di Jabar yang gulung tikar.

"Unpas swasta, mahasiswa nambah banyak; Unisba nambah banyak," kata KDM.

Di sisi lain, menurut KDM, yang gulung tikar adalah perguruan tinggi yang kecil. "Gulung tikar disebabkan oleh apa, ya manajemen. Biasanya mereka biaya operasionalnya habis," katanya.

"Sehingga untuk biaya promosi, membangun gedung baru, itu mereka mengalami kesulitan. Yang pada akhirnya mahasiswa memilih perguruan tinggi yang lain, yang dianggap lebih bonafide bagi mereka," ujar KDM.

KDM pun menjelaskan bahwa perguruan tinggi itu kewenangannya ada di Kementerian Pendidikan Tinggi, bukan di pemerintah daerah.