KDM Harap Kota Bandung Berbenah di Hari Jadi Ke-215: Drainase Harus Bersih

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai rapat paripurna DPRD Kota Bandung dalam memperingati hari jadi ke-215 Kota Bandung, Kamis (25/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai rapat paripurna DPRD Kota Bandung dalam memperingati hari jadi ke-215 Kota Bandung, Kamis (25/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung dalam rangka peringatan hari jadi ke-215 Kota Bandung. Pada acara tersebut, Dedi menyampaikan beberapa pesan terkait perbaikan Kota Bandung.

Pertama, Dedi mengatakan drainase Kota Bandung harus dibersihkan agar tidak terjadi penyumbatan.

"Di Kota Bandung ini, tadi saya khususkan, seluruh drainase harus segera dibersihkan sehingga tidak terjadi penyumbatan ketika hujan airnya meluap dan jadi hitam," kata Dedi di kantor DPRD Kota Bandung, Kamis (25/9).

Kedua, Dedi berpesan agar dilakukan pembenahan terhadap bangunan yang menghambat air dan merusak estetika. Ia juga berpesan agar jalan di Kota Bandung untuk diperbaiki dan diberikan penerangan yang memadai.

"Yang kedua, penataan bangunan, agar bangunan-bangunan yang menjadi hambatan bagi air, merusak estetika, segera dibenahi. Pasar-pasar kumuh segera ditata. Kemudian yang berikutnya adalah jalan. Jalannya harus dibuat mulus, bergaris. Kemudian PJU-nya terang. Ini yang menjadi harapan kita," kata Dedi.

Selanjutnya, Dedi berpesan untuk memperbanyak jumlah tenaga kebersihan. Ia menyebut alokasi anggaran kota relatif besar, sehingga tenaga kebersihan harus diperbanyak supaya Bandung tumbuh menjadi kota paling bersih.

"Yang kelimanya adalah memperbanyak jumlah tenaga kebersihan. Karena alokasi anggaran kota kan relatif besar, maka itu harus diperbanyak. Sehingga Bandung nanti tumbuh menjadi kota yang paling bersih," ujar Dedi.

Terakhir, Dedi mendorong agar Bandung menjadi pusat-pusat pertunjukan. Ia berpesan agar membangun gedung pertemuan yang dapat menampung hingga 10 ribu orang.

"Yang terakhir adalah, kita ke depan akan mendorong Bandung itu menjadi pusat-pusat pertunjukan. Karena Bandung itu kan kunjungan. Jadi saya ingin bangun nanti konser musik itu di mana, nanti biar Pemprov yang bangun," kata gubernur yang akrab disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi itu.

"Gedung pertemuan yang representatif, yang bisa nampung 5-10 ribu di mana, biar Pemprov yang bangun. Kemudian sarana-prasarana olahraga, biar Pemprov yang bangun. Sehingga nanti Bandung tumbuh lagi menjadi kota, yang menjadi pusat kuliner, pusat pertunjukan seni," kata dia menambahkan.

Tanggapan Wali Kota Bandung

Menanggapi pesan tersebut, Wali Kota Bandung Farhan mengatakan arahan Gubernur sesuai dengan program pemerintah kota bernama Siskamling Siaga Bencana.

"Arahan Pak Gubernur itu matching sekali dengan program Siskamling Siaga Bencana kita. Di mana beliau kan mengarahkan agar jalan diperbaiki, drainase diperiksa. Nah hal itu yang merupakan salah satu kegiatan utama dari Siskamling Siaga Bencana yang sudah memasuki hari keempat hari ini," kata Farhan, Kamis (24/9).

Farhan menyebut, pengelolaan cagar budaya juga sedang dirapatkan oleh tim cagar budaya nasional. Ia juga menyambut baik usulan Gubernur dalam memperbaiki penataan bangunan.

"Kalau itu mah rezeki weh alhamdulillah abi mah siap mendukung (kalau itu sih rezeki, alhamdulillah saya siap mendukung)," ucap Farhan.

Farhan menyebut, beberapa bangunan di Kota Bandung seperti Palaguna, Teater Dian, Dago Tea House, De Majestic, dan Rumentang Siang merupakan milik pemerintah provinsi. Ia pun menyambut baik rencana renovasi beberapa bangunan di Kota Bandung.

"Itu semua punya provinsi. Jadi kami memang ngiring (ikut) alhamdulillah. Kalau itu direnovasi jadi tempat kelas internasional," kata Farhan.

"Alhamdulillah ngiringan (ikutan). Bandung memang betul kata beliau. Harus menjadi kota event," lanjut dia.