KDM Minta Usut 4 Pria Sindikat TPPO Penjual Gadis Sukabumi ke China

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat Program Info A1 kumparan di Jakarta, Kamis (31/7/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat Program Info A1 kumparan di Jakarta, Kamis (31/7/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi meminta adanya pengusutan terhadap sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menjual gadis Sukabumi berinisial RR (23 tahun) ke China.

"Yang Sukabumi, proses polisinya berjalan, yaitu pelaku yang berasal dari Bogor satu orang, dua dari Cianjur, satu lagi warga keturunan China di Jakarta, harus berproses," kata Dedi ditemui wartawan di Gedung Sate, Jumat (19/9).

"Kalau mereka melakukan tindak pidana dan terbukti melakukan penjualan orang, maka proses pidana yang berjalan," tegas pria yang akrab disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi itu.

Gadis tersebut dipaksa menjadi objek seks setiap hari hingga ia ingin mengakhiri hidupnya.

"Pengakuan RR, setiap hari dijadikan objek seksual, dieksploitasi terus-terusan, disiksa, disekap. Dia minta pulang, kalau enggak kuat mah pengin bunuh diri," kata pengacara RR, Rangga Suria Danuningrat, Rabu (17/9).

Peran 4 Terduga sindikat TPPO

Rangga mengungkapkan keempat terduga sindikat TPPO yang disebut KDM itu telah dilaporkan ke polisi dengan nomor: STTLP/B/451/IX/2025/SPKT/POLRES SUKABUMI KOTA/POLDA JAWA BARAT.

Berikut peran 4 pria terduga TPPO:

  • Inisial JA dan Y mengundang korban ke Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, menjual korban secara online ke warga China dengan harga Rp 200 juta.

  • Inisial A menahan korban di Bogor, kemudian membawa ke Jakarta.

  • Inisial L alias KG menahan korban di Jakarta, menerbangkan korban ke China.

kumparan post embed