KDM Pastikan Wanita yang Ditangkap di Jakarta Tak Terkait Kritik Terhadapnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tiba menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-498 Indramayu di Gedung DPRD Indramayu, Selasa (7/10/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tiba menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-498 Indramayu di Gedung DPRD Indramayu, Selasa (7/10/2025). Foto: kumparan

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menyatakan penangkapan perempuan asal Jakarta yang sempat mengkritiknya tidak ada kaitan dengan kebijakannya.

“Kalau ada berita yang menggambarkan penangkapan terhadap seorang wanita yang berdomisili di Jakarta, dan kemudian waktu itu memberikan postingan yang nadanya agak keras buat saya, dan ada penangkapan, gak ada kaitannya dengan peristiwa yang dia sampaikan pada saya,” kata Dedi melalui video yang dikirimkan untuk kumparan, Minggu (12/10).

Dedi mengaku tidak mengenal wanita tersebut. Ia tidak memungkiri, wanita itu sering bersikap kritis terhadap siapa pun.

“Saya tidak mengenal wanita itu siapa. Yang saya tahu, dia tinggal di Jakarta dan sering bersikap kritis pada siapa pun,” ucap Dedi.

Dedi menegaskan, jika terjadi tindak pidana, maka hal itu tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun kritik terhadap dirinya.

“Andai kata ada peristiwa pidana yang dialami saat ini, tidak ada kaitannya dengan kebijakan Provinsi Jawa Barat dan tidak ada kaitannya dengan kritik yang disampaikan pada saya,” ujar Dedi.

Dedi menyebut menghormati setiap kritik dari siapa pun, baik itu berasal dari Jawa Barat maupun dari luar.

“Saya menghormati kritik siapa pun, mau berasal dari dalam Jawa Barat maupun dari luar. Saya anggap semuanya karena sayang sama Jawa Barat, dan saya anggap semuanya mereka ngangenin Jawa Barat, dan itu bisa ditandai dengan semakin meningkatnya angka pariwisata ke Provinsi Jawa Barat,” kata gubernur yang akrab disapa KDM itu.

Dedi tidak menyebut siapa wanita yang dimaksud. Namun, sebelumnya ia pernah mengunggah dan menanggapi video seorang wanita yang mengkritik kebijakan Rereongan Sapoe Sarebu.

Sampai saat ini, belum ada informasi resmi mengenai penangkapan wanita yang dimaksud.