KDM: Pelaku Begal-Jambret Tak Boleh Babak Belur, Hadiah Sayembara Bisa Batal

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan hadiah dalam sayembara penangkapan pelaku begal, jambret, copet, maling, dan perampok tidak akan diberikan apabila pelaku diserahkan kepada polisi dalam kondisi babak belur akibat menjadi sasaran aksi main hakim sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri Apel Siaga Pilah Sampah di Kantor Kelurahan Sukamiskin, Kota Bandung, Jumat (24/7).
Menurut Dedi, tujuan utama sayembara bukan untuk melegalkan tindakan kekerasan terhadap pelaku kejahatan, melainkan mendorong masyarakat membantu aparat penegak hukum dengan tetap menghormati proses hukum.
"Ya, kan [pelaku] harus diserahin [ke polisi], enggak boleh mereka dalam keadaan babak belur," kata Dedi.
Politikus Golkar ini mengatakan, hadiah hanya diberikan apabila pelaku berhasil diamankan dan diserahkan kepada kepolisian dalam kondisi yang masih memungkinkan untuk menjalani proses hukum.
"Kalau lecet dikit ya mungkin boleh, tapi kalau babak belur kita enggak kasih hadiah," ujar Dedi.
Dedi menjelaskan, kebijakan tersebut dibuat agar masyarakat tidak melakukan aksi main hakim sendiri yang justru dapat menimbulkan persoalan hukum baru.
Sayembara Rp 5-50 Juta
Sebelumnya, Dedi mengumumkan sayembara dengan hadiah mulai Rp 5 juta hingga Rp 50 juta bagi warga yang berhasil membantu melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan dan menyerahkannya kepada polisi dalam keadaan hidup.
Ia berharap adanya hadiah tersebut dapat mengubah kebiasaan masyarakat yang selama ini kerap menghakimi pelaku kejahatan hingga mengalami luka berat, bahkan meninggal dunia.
Menurutnya, sayembara tersebut juga diharapkan dapat menghidupkan kembali budaya ronda malam serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan tanpa mengesampingkan aturan hukum yang berlaku.
"Jadi ini dibuat untuk memicu orang juga untuk ronda, 'udah deh ngeronda aja, nanti kalau ada maling ayam kan lumayan tuh'. Nah yang seperti itu kan harus dipacu warga kita," ujarnya.
