KDM: Ratusan Miliar Uang Tambang Tak Bisa Dongkrak Ekonomi Warga Sekitar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan saat menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-498 Indramayu di Gedung DPRD Indramayu, Selasa (7/10/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan saat menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-498 Indramayu di Gedung DPRD Indramayu, Selasa (7/10/2025). Foto: kumparan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berbicara tentang pertambangan yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Ia mengatakan, berkaca dari kasus tambang Parungpanjang, dana puluhan miliar rupiah tidak dapat mendongkrak perekonomian.

"Belajar dari kasus Rumpin, kasus Rengasjajar, dan sekitarnya, kita bisa melihat bahwa aliran uang yang puluhan miliar dalam setiap bulan dan bisa jadi ratusan miliar dalam setiap tahun, ternyata tidak bisa mendongkrak ekonomi warga sekitar," kata Dedi dalam video yang dikirimkan ke kumparan, Selasa (21/10).

"Ketika baru sebentar tambang ditutup, semua orang sudah berteriak, ditagih oleh bank keliling atau bank emok. Infrastruktur di sekitar desanya hancur," ucap Dedi.

Dedi menceritakan salah satu kasus anggota Perlindungan Masyarakat atau Linmas yang juga bekerja sebagai kuli panggul di area pertambangan. Rumah milik Linmas itu ternyata roboh, padahal ia termasuk aparat desa.

"Dari situlah kita belajar bahwa seringkali rakyat dijadikan ujung tombak untuk melakukan protes terhadap sebuah kegiatan. Ketika tambang ditutup, pengusaha diam," ujar Dedi.

"Yang maju adalah masyarakat, baik supir truk maupun kuli-kuli lainnya termasuk pedagang kecil," lanjutnya.

Aktivitas tambang di Parungpanjang. Foto: kumparan

Dedi sebelumnya telah menyiapkan beberapa solusi untuk pegawai tambang yang terdampak penutupan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menawarkan lapangan pekerjaan, dana untuk modal usaha, dan dana pengganti karena penutupan tambang.

Dedi menyatakan, hal-hal tersebut telah menjadi perhatian bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menyebut, tidak ada kebijakan yang tidak diperhitungkan.

"Saya berpihak pada kepentingan masyarakat, saya akan berjuang dengan kepentingan rakyat, dan saya tidak mau masyarakat dijadikan ujung tombak menghadapi pemerintah yang secara konsisten menjaga lingkungan dan menjaga derajat ekonomi rakyat kecil," ujar Dedi.

"Mohon sabar untuk semuanya bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan skema-skema dan dalam waktu dekat akan segera direalisasikan," ujar gubernur yang akrab disapa KDM itu.