KDM: Sayembara Tangkap Begal Tak Berbatas Waktu, Korban Begal Dijamin Pemprov

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kejahatan jalanan periode Juni hingga Agustus 2026 di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jumat (7/8/2026). Foto: Youtube/Bid Humas Polda Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kejahatan jalanan periode Juni hingga Agustus 2026 di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jumat (7/8/2026). Foto: Youtube/Bid Humas Polda Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan, sayembara bagi warga yang membantu menangkap pelaku begal akan terus dilanjutkan tanpa batas waktu. Menurutnya, sayembara tersebut merupakan bagian dari upaya membangun keberanian masyarakat agar tidak lagi takut menghadapi pelaku kejahatan.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi usai menghadiri Konferensi Pers Pengungkapan Kejahatan Jalanan dan Pemusnahan Knalpot Nonstandar, Barang Bukti Narkoba, serta Penyerahan Barang Bukti Kendaraan Bermotor di Mapolda Jawa Barat, Jumat (7/8).

Dedi mengatakan, sayembara tersebut bukan sekadar pemberian hadiah, melainkan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang berpartisipasi membantu aparat menjaga keamanan lingkungan.

"Sayembara itu tidak ada akhirnya, karena itu adalah reward terhadap warga yang punya partisipasi, memberikan dukungan terhadap aparat dalam penyelesaian problem kejahatan," kata Dedi.

Ia menilai masyarakat perlu dibangkitkan keberaniannya untuk menjaga lingkungan masing-masing. Selama ini, menurutnya, rasa takut terhadap pelaku kejahatan justru membuat aksi kriminal semakin berkembang.

"Karena kita ini, masyarakat kita ini perlu dipacu adrenalinnya. Sudah lama warga kita ini agak tertidur, sehingga kita sekarang membangkitkan kembali semangat untuk menjaga kampung dan kemudian menjadi jawara," ujarnya.

Korban Begal di Jabar Dijamin Pemprov

Selain mendorong partisipasi warga, Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan hadir memberikan perlindungan kepada korban tindak kriminal. Ia menegaskan seluruh korban begal maupun kekerasan tidak boleh ditolak rumah sakit meski biaya pengobatannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

"Saya mengambil keputusan, bahkan sudah dibuat surat edaran ke seluruh rumah sakit tidak boleh menolak pasien termasuk korban kekerasan. Kalau kemudian BPJS tidak menanggung, Pemprov Jabar menyiapkan anggaran yang cukup untuk mengganti biaya yang dikeluarkan," ungkapnya.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers saat menghadiri pengungkapan kejahatan jalanan periode Juni hingga Agustus 2026 di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jumat (7/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Dedi mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah banyak menerima pengaduan langsung dari masyarakat, termasuk korban begal yang mengalami luka berat namun kesulitan membayar biaya perawatan.

Ia juga menegaskan pemerintah akan memberikan perhatian kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat aksi kriminal. Menurutnya, negara harus hadir memberikan perlindungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Sebelumnya, dalam sambutannya pada konferensi pers tersebut, Dedi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap membiayai pengobatan seluruh korban kekerasan, termasuk korban pembegalan, penculikan, hingga perundungan. Bahkan apabila korban meninggal dunia dan meninggalkan istri serta anak, pemerintah akan membantu menjamin pendidikan anak-anak korban.

Dedi berharap langkah tersebut dapat menghapus rasa takut masyarakat terhadap pelaku kejahatan sekaligus memperkuat sinergi antara warga dan aparat kepolisian dalam menciptakan Jawa Barat yang aman. Menurutnya, perang melawan begal bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keberanian dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.