KDM Sebut Banjir di Kab Bandung karena Tata Ruang Buruk, Usul Perbanyak Danau

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat mengikuti silaturahmi bersama pegawai Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan para kepala daerah se-Jawa Barat di Gedung Sate, Senin (30/3/2026). Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat mengikuti silaturahmi bersama pegawai Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan para kepala daerah se-Jawa Barat di Gedung Sate, Senin (30/3/2026). Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Senin (20/4). Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi menyoroti tata ruang Kabupaten Bandung yang buruk.

“Karena jujur saja, tata ruang Bandung ini salah. Sudah bagaimana sawah dibuat jadi pabrik, banjirnya sampai segini (pinggang),” kata KDM, panggilan akrab Dedi Mulyadi.

KDM menilai alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri telah mengurangi daya serap air dan memperparah risiko banjir.

Sebagai langkah konkret, Dedi mengusulkan pembangunan danau di sejumlah titik, khususnya di kawasan yang telah berubah menjadi area industri.

“Yang kedua, daerah-daerah situ yang tanahnya dibuat jadi perusahaan dibuatkan danau. Itu cara hebat,” kata dia.

Menurutnya, konsep memperbanyak danau merupakan solusi strategis karena karakter wilayah Bandung yang menyerupai cekungan.

“Kita harus memperbanyak danau. Karena Bandung itu seperti bendungan. Itu bupati yang kasih tahu ke saya,” ucapnya.

Kualitas Jalan Diperbaiki

Selain itu, pemerintah provinsi juga akan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang terdampak banjir.

“Satu, jalannya ditingkatkan kualitasnya,” kata Dedi.

Foto udara Situ atau Danau Cileunca di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/8/2023). Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto

Ia menambahkan bahwa penataan ruang dan bangunan akan dilakukan secara komprehensif, termasuk pengelolaan sampah sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

“Ya, tadi nanti penataan ruang, penataan bangunan secara komprehensif, termasuk pengelolaan sampah,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, Dedi berharap persoalan banjir di Kabupaten Bandung dapat diatasi secara bertahap melalui pendekatan yang terintegrasi.