KDM Temui Keluarga Korban, Soroti Kejanggalan Kasus Pembunuhan di Indramayu

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kabupaten Ciamis, Minggu (3/5/2026). Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kabupaten Ciamis, Minggu (3/5/2026). Foto: Istimewa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menemui keluarga korban kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu, yang menewaskan lima orang.

Pertemuan tersebut diunggah melalui kanal YouTube miliknya pada Minggu (3/5), saat KDM mengundang keluarga korban ke Lembur Pakuan untuk membahas perkembangan kasus.

Kasus ini masih bergulir di pengadilan dengan terdakwa Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan yang membantah keterlibatan mereka.

Soroti Dugaan Alibi Terdakwa

Dalam pertemuan tersebut, KDM menyoroti dugaan upaya terdakwa membangun alibi dan mengalihkan tuduhan kepada pihak lain.

"Pelaku pembunuhan ini pintar. Dia berhasil merekayasa bahwa pelakunya adalah Evan, dan hampir Evan menjadi korban. Saking pintarnya, asumsi orang pada waktu itu sudah beranggapan pelakunya adalah Evan," ujar KDM.

Ia juga mempertanyakan munculnya empat nama lain yang disebut sebagai pelaku oleh terdakwa.

"Kalau pelaku sebenarnya adalah mereka, berarti Ririn ini tahu dong pelakunya. Tinggal lihat data KTP-nya, alamatnya di mana. Kan gampang nangkepnya. Pertanyaan saya, kenapa yang empat ini belum ditangkap? Apakah wujudnya ada? Jangan-jangan ini infonya kosongan," tegasnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) Provinsi Jawa Barat 2026 di Gedung Pakuan, Rabu (15/4/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Keluarga Yakin Terdakwa Pelaku

Keluarga korban menyatakan keyakinannya bahwa kedua terdakwa merupakan pelaku pembunuhan.

"Saya yakin pelakunya adalah Ririn dan Priyo. Saya tetangga sendiri di Pepabri (rumah Ririn dan Priyo) itu. Di CCTV itu ada dua-duanya, bolak-balik beli rokok sama beli kopi waktu hari Jumat dan Sabtu. Mereka masih tidur di rumah korban saat itu," ujar Rohaemah, salah satu keluarga korban.

Ia juga menilai bantahan terdakwa sebagai upaya memutarbalikkan fakta.

"Dia membantah, katanya bukan saya pelakunya. Tapi saya melihat mayatnya, dan saya yakin cuma dua itu pelakunya. Sekarang mereka cuma memutar balikkan fakta orang lain," lanjutnya.

video from internal kumparan

Sorotan pada Bukti dan Aset

Keluarga korban lainnya menyoroti dugaan penguasaan harta milik korban oleh terdakwa.

"Dia ngambil dana yang ada di CCTV ambil uang di briling, uang DANA dari akun mas Budi diambil. HP-nya, dompetnya, semuanya sudah diambil pakai KTP dia," jelas Tety Setiawati.

"Kalau dia (Ririn dan Priyo) bukan pembunuhnya kenapa enggak lapor saya bukan pembunuhnya pada saat di BAP," tambahnya.

Harapan pada Proses Hukum

Keluarga korban berharap proses hukum berjalan objektif dan transparan.

"Di Indonesia menurut saya hari ini enggak ada anak siapa, keluarga siapa. Kalau memang dia pelaku kejahatan, enggak ada yang bisa nutup-nutupin," ujar Dedi Mulyadi.

Sementara itu, warga Indramayu bernama Zamin mengaku mengikuti perkembangan kasus dari berbagai sumber informasi.

"Sebagian ada versi dari BAP, ada dari medsos, Ada yang masih men-judge kalau pelakunya itu dua orang. Ada juga info bahwa ada selain itu pelaku pembunuhannya, dan otaknya bukan dari dua orang itu," ujarnya.

Ia berharap seluruh fakta dapat diungkap secara jelas agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

"Kalau framing-nya pembunuhnya itu lima orang ya diungkap, kalau framing-nya dua orang ya diperjelas logika-logikanya. Seperti itu aja sih sebenarnya," tandas Zamin.