Kebakaran 18 Kapal di Pati Timbulkan Kerugian Rp 126 M

Sebanyak 18 kapal nelayan di kawasan tambat kapal di Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terbakar siang tadi, Sabtu (15/7). Ke 18 kapal tersebut, terdiri dari 17 kapal berjenis purse seine dan satu kapal berjenis cantrang.
Total kerugian ditaksir mencapai Rp 126 miliar. Berdasarkan data yang dikumpulkan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), masing-masing kapal merugi sekitar Rp 7 miliar.
Kerugian tersebut belum termasuk perbekalan yang sebelumnya sudah disiapkan masing-masing pemilik kapal. Amat, Salah seorang warga di lokasi, melaporkan kisaran kerugian kapal milik kakaknya yang mencapai Rp 8 miliar. Sementara bobot kapalnya, kata dia, sekitar 140 gross tonnage (GT).
"(Kalau) kapal saya, masih bisa dievakuasi sebelum api menjalar lebih luas karena awalnya diparkir berjajar dengan kapal yang terbakar," ujar Amat di lokasi, seperti dilansir Antara.
Sementara Kasatpol Air Polres Pati AKP Daffid Paradi menuturkan, korban luka untuk sementara berjumlah tiga orang. Dari ketiga korban, dua orang di antaranya dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang, sedangkan satu korban lainnya masih dirawat di RS Pati.
"Kami juga mendapat kabar masih ada korban lain yang berada di dalam kapal. Hingga kini, kami masih mengidentifikasi kapal-kapal yang terbakar," ujarnya.
Terkait informasi korban meninggal, kata Daffid, untuk sementara tidak ada. Hal itu berbeda dari keterangan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Menurutnya, kebakaran tersebut memakan 1 orang korban jiwa.
"Kurang lebih 17 kapal cantrang terbakar, korban jiwa 1 orang, luka 2 orang," ujar Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan (kumparan.com).
