Kebakaran Apartemen di Hong Kong: 108 WNI Ditemukan Selamat, 22 Masih Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi pada hari Rabu di Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan di distrik Tai Po, Wilayah Baru Hong Kong, Kamis (27/11/2025). Foto: Chan Long Hei/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi pada hari Rabu di Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan di distrik Tai Po, Wilayah Baru Hong Kong, Kamis (27/11/2025). Foto: Chan Long Hei/AP Photo

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memperbarui data WNI yang menjadi korban kebakaran apartemen Wang Fuk Court, Hong Kong. Berdasarkan data yang diterima kumparan 108 orang WNI ditemukan selamat.

"Terkonfirmasi selamat 108 orang, dan belum ditemukan 22 orang," demikian keterangan tersebut, Selasa (2/12).

Sementara untuk korban jiwa maupun luka-luka, datanya masih sama dengan yang sebelumnya.

"Estimasi jumlah WNI tinggal di kompleks apartemen adalah 140 org, korban meninggal sembilan orang, korban dirawat di RS satu orang," tutur keterangan itu.

Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court di Distrik Taipo terjadi pada Rabu, 26 November 2025 siang hari. Kala itu tujuh dari delapan menara apartemen sedang direnovasi atau pemeliharaan.

Apartemen itu terdiri dari 2.000-an unit dan dihuni sekitar 4.500 orang. Mayoritas WNI yang tinggal di sana bekerja sebagai pekerja migran sektor domestik.

Terkait WNI yang meninggal dunia dalam insiden tersebut, KJRI Hong Kong berupaya memulangkan jenazahnya secepat mungkin.

“Tentunya repatriasi jenazah WNI diupayakan sesegera mungkin,” ucap Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong Clemens Triaji Bektikusuma kepada kumparan.

“Namun demikian, tentu terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan, termasuk perampungan proses identifikasi, verifikasi dan proses-proses lain yang dilakukan oleh otoritas setempat,” sambung dia.

Oleh sebab itu, Clemens menyebut sampai sekarang belum ada tanggal pasti mengenai kapan pemulangan itu terlaksana.