Kebakaran di Gunung Bromo Meluas jadi 50 Hektare, Lereng Curam Hambat Pemadaman

Kebakaran hutan dan lahan (Kahurtla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas. Di hari ketiga, titik api bahkan sudah mencapai 50 hektare, dengan cakupan dua kabupaten yakni Kabupaten Probolinggo yang menjadi titik api pertama terlihat serta Kabupaten Malang.
"Perkiraan luas lahan yang terbakar saat ini 50 hektare, itu secara keseluruhan, wilayah Kabupaten Malang dan Probolinggo. Itu sudah mencapai area 800 meter ke arah Malang," ucap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, saat ditemui di kegiatan Lokakarya Desa Tangguh Bencana (Destana), Rabu (5/8).
Namun untuk cakupan wilayah pastinya kata Sadono, masih akan dihitung oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) setelah selesai seluruh pemadaman.
Di wilayah Malang sendiri, kata Sadono, titik api sudah terlihat di kawasan Desa Ngadas, yang masuk Blok Jemplang. Karena itu, tim gabungan dari darat kini berfokus untuk mencegah kebakaran meluas, dengan melakukan pembasahan atau pemadaman di sekitar jalanan Blok Jemplang hingga ke Ranupani.
"Kalau dari bawah itu kan perbatasan Probolinggo sama Malang itu Watugede. Ini (kebakarannya) sudah ke arah Jemplang. Jadi, posisinya teman-teman sekarang ini, gabungan itu ada di posisi sepanjang jalur Jemplang ke arah Ranupani. Jadi, pembasahan di situ, teman-teman," jelasnya.
Pemadaman berlangsung sulit, dikarenakan area yang terbakar berada di wilayah perbukitan dengan kemiringan nyaris mencapai 80-90 derajat. Apalagi vegetasi lahan didominasi tanaman yang mudah terbakar, seperti cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
Proses pemadaman melibatkan tim gabungan, termasuk bantuan mobil tangki dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) dan BPBD Jawa Timur.
"Pembasahan di pinggir tebing itu supaya tidak ada lompatan ke sebelah, ke arah yang ke Malang. Kalau yang di bawah, yang di tebing itu memang kita tidak bisa karena curam," tuturnya.
Pihaknya pun sudah meminta bantuan tambahan personel dan sarana prasarana ke BPBD Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk melakukan pemadaman api melalui jalur udara atau water boombing menggunakan helikopter.
"Kami memang meminta bantuan agar pemadaman lewat jalur udara juga, karena tim gabungan melalui jalur darat kesulitan menjangkau titik api," terangnya.
Upaya ini dilakukan berkaca dari kebakaran lahan di Gunung Bromo pada 2023 lalu yang menghanguskan 500 hektare lahan. Saat itu, proses pemadaman api akhirnya menggunakan jalur udara dengan helikopter.
