Kebakaran di Gunung Bromo Semakin Meluas, 2 Helikopter Lakukan Water Bombing

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026). Foto: Dok. BB TNBTS
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026). Foto: Dok. BB TNBTS

Meluasnya kebakaran di wilayah Gunung Bromo membuat aktivitas wisatawan ditutup. Penutupan diberlakukan pada dua pintu masuk lainnya, yakni melalui Wonokitri, Kabupaten Pasuruan dan Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, mulai Sabtu 8 Agustus 2026.

Upaya pemadaman api pun terus dilakukan. Salah satunya dengan mengerahkan dua unit helikopter untuk melakukan water bombing.

Dua helikopter itu milik BNPB dan TNI AL, beroperasi dengan melakukan total 4.800 liter penyiraman air di titik Pusung Ledok Bedor.

"Titik hotspot Sabtu sore tadi masih berasap di area Pusung Ledok Bedor, sementara cuaca di wilayah Bromo terpantau cerah dengan kecepatan angin sedang," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, Sabtu (8/8) malam.

Dia menuturkan, luasan area yang terbakar diprediksi kian meningkat. Dari perhitungan perkiraan total ada sekitar 135 hektare lahan, bahkan bisa lebih yang terbakar.

"Total sekitar 135 hektare, wilayah terdampak kebakaran hutan saat ini meluas ke arah bukit B29, tepatnya Pusung Ledok Bedor berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari Pusung Jantur," ujar Sadono.

Penutupan Gunung Bromo

Terkait penutupan Gunung Bromo dari aktivitas wisatawan, hal itu telah dilakukan melalui surat pemberitahuan nomor PG.18/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/Β/08/2026 yang dikeluarkan Sabtu malam. Kebakaran disebut terus meluas karena tiupan angin kencang yang terjadi sepanjang sore hingga malam ini.

"Penutupan diberlakukan sejak Sabtu tanggal 8 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangannya terpisah.

Menurutnya, penutupan dilakukan demi menjaga keselamatan pengunjung dan memudahkan pemadaman api. Mengingat api begitu besar membara di sejumlah titik dan terlihat jelas dari kawasan Lautan Pasir, serta jalur masuk dari Wonokitri, Pasuruan, dan Cemorolawang, Probolinggo.

"Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan Wisata Bromo dari semua pintu masuk yaitu pintu masuk Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula, Kabupaten Malang, serta Senduro, Kabupaten Lumajang, ditutup untuk kunjungan wisata," terangnya.

Wisatawan yang sudah telanjur memesan tiket masuk bisa mengajukan pengembalian atau melakukan penjadwalan ulang kunjungan. Petugas akan memberikan formulir yang disampaikan ke wisatawan dari aplikasi yang digunakan untuk melakukan reservasi tiket.

"Pengunjung akan diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian uang (refund), dengan melengkapi formulir yang kami sampaikan melalui admin aplikasi booking online TNBTS," jelasnya.